Tampilkan postingan dengan label Dear.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dear.... Tampilkan semua postingan

Mul.. Mul.. Mul..

Namanya Fania bisa dipanggil Mul. Punya badan gundek, jarinya jempolan semua. Dia ngga punya hidung, kalaupun punya itu lebih terlihat seperti jerawat anak puber. Punya rambut kaya bule, lebih tepatnya kaya trio macan, dan itu hasil mal praktek. Anaknya nggabisa diem, tapi kadang diem, tapi banyak nggabisa diamnya *oposeh*. Menganggap dirinya cantik padahal itu hanya mitos yang menyesatkan. Punya suara bagus, kayak tong disamblek tutup dandang. Pinter nulis juga, tapi tulisannya edisi gundah gulana. Senyumnya (sok) manis dan (sok) menawan. Dia jomblo, ngenes pula, kurang miris apa cobak?
Tapi walaupun jeleknya minta ampun kaya gitu, dia ketua teater simpang, salah satu teater keren di Pasuruan. Dia punya semangat - yang kadang melebihi batas - yang bisa bikin orang lain tertawa geli (salah satunya saya) dan mungkin orang-orang akan berbicara dalam hati "iki arek dipakani oposeh?"
Dan pas tanggal 30 April kemaren dia ulang tahuuuuuuuuuuuuuuuuun yang ke 17. Wolaa selamat yaaa.
Pas tanggal 2 Mei kemarin saya bersama anak-anak setres (rangga, titos dan dhea) menggagas sebuah rencana buat kejutan dan hasilnyaaaaa. SUKSES BERAT. Dibantu ama anggota simpang (adin, ardi, eki, riris, ceper, dan si endut *lupa namanya* ) kita berhasil bikin si Mul nangis sesenggukan sampek itu idung bener2 sampek ngga kelihatan *kuapoook*. Ada ritual penyiraman air dua ember *seharusnya dua tanki biar lebih greget* dan jejel-jejelan ala titos -_-
"Titooooooooosss, aku mulihe yaopooo?"
"Yo masalahmu lah"
Dan adegan nangis-penyiraman- jejel jejelan dan - kejar-kejaran yang memukau itu berhasil saya dokumentasikan dalam bentuk video yang akan saya share huahaha
Dan untuk fotonyaa.. umm saya cuman punya satu dua, yang lain nyusul buat diaplod.
Well, selamat ulang tahun Fania Dwil Mulyaningtyas :**





 

Hello May!


Goodbye April, my memoriable month

May, 1st 2014
I got up in a realy perfect morning
Welcome back May
Whoommpp everythings are in sight

Oh dear Graduation announcements,
'sayonara putih abu-abu',
SNMPTN announcements,
I realy know you have been waiting for me
May, Barokah
Bismillah :)

Ini tulisan apa sih -_-

"Kenapa"
"Patah hati mbak cantik :')"
"Dia yang mematahkannya, atau kamu yang membuatnya patah dengan sendirinya?"
"Dia yang mematahkan, tanpa dia sadari"
"Berarti bukan salah dia kan, dia kan ngga sadar sama yang dia lakukan"
"Iya, sakit ya"

Kamu terlalu sibuk sama sakitmu, jangan terlalu kamu rawat, bahaya kalau menjalar ke seluruh tubuh.
Aku buka klinik namanya klinik kratak, kalau kamu mau dateng aja. Letaknya di cahaya matahari terbit, cari tempat yang warnanya paling merah tembaga. Kalau kamu bingung kesana naik apa, telfon aku, nanti aku kirim cacing alaska atau elangnya indositit buat jemput kamu. Kamu juga bisa naik layang-layang tapi hati-hati jaga keseimbangan, soalnya senarnya lumayan rapuh kebanyakan digerus angin. Klinik ini bekerja sukarela tanpa dipungut biaya, kecuali kalau kamu mau ngasih mereka gulali atau permen kapas mereka mau nerima tapi jangan banyak-banyak soalnya kalau terlalu banyak makan sesuatu yang manis imbasnya bakal nangis

Hello!


 Selamat datang april
Hai Unas, udah nunggu ya?
 Di masa putih abu-abu, ini bulan terakhir
Tapi kenangannya tak akan kenal akhir
Kita lulus bareng-bareng ya? :)
Love you so bad guys ({})

Dream!

Saat kecil saya mengira dunia ini sangat luas
Tapi setelah saya tumbuh, ternyata dunia ini sempit
Waktu kecil saya punya setumpuk impian

Dulu saya pernah ingin jadi dokter, kerap kali saya membayangkan diri saya dengan anggunnya melewati lorong-lorong rumah sakit. Tapi kemudian hal itu pudar

Pernah ingin jadi astronot biar bisa pergi bulan, tapi gara kakak saya berkata "kalau keluar angkasa kebakar matahari bisa mati", saya takut setengah mati jadi saya buang jauh-jauh impian saya menjadi astronot itu

Pernah juga ingin jadi chef, memakai topi tinggi, baju putih, dan membawa piring berisi makanan-makanan kelas internasional. Tapi mau gimana lagi tiap kali masak selalu keasinan, ah jadi males jadi chef lagi

Apa lagi ya? Oh jadi reporter, ahaha saya masih ingat sama impian saya yang satu ini, saya ingin masuk tv saat itu, ingin ngeksis, ingin tampil cantik, ingin pinter ngomong, pokoknya ingin keren lah.

Selanjutnya saya ingin jadi penyanyi *ngga sadar suara pas2an*, malah dulu pas kecil main ala2 acara pencarian bakat nyanyi itu, tapi ya ehem semakin tumbuh semakin dasar kalau suara berada pada level ke-tengik-an yang luar biasa

Ingin jadi bidan juga pernah, ngebet banget sama pekerjaan satu ini, tapi suatu ketika ngimpi jadi bidan, ngebantu orang melahirkan, ihi serius itu jijik banget, banyak darah, dan.. ah sudahlah, ngeri mah pokoknya

Jadi penulis juga pernah dulu pas kecil, malah pas SD pernah jualan puisi, jadi bisa dikit-dikit punya penghasilan sendiri, pernah dulu ada cowok yang agak bencis pesen dibuatin puisi judulnya "Power Ranjes".
 Pas SMP pernah juara FLS2N cipta puisi juara 2 dengan judul "Balada Penuuntun Kuda Berpelana" entah kenapa bisa sampe dapet juara -_- faktor "b" alias - b e j o - mungkin

Pas SMA ingin buanggeett jadi guru ekonomi, pelajaran yang dulunya bikin alergi setengah mati. Alhamdulillah keturutan masuk IPS

Tapi pas kelas 12 lalu berubah haluan daftar jurusan Sastra Indonesia, iya saya lintas jurusan dari ips ke bahasa. Ada yang mau protes? Iya banyak yang bilang saya nyeleneh, namun yang perlu diketahui hal ini sudah saya pikrikan masak-masak, melalui berbagai pertimbangan antara lain:minat, kemampuan, prestasi, dan dukungan.

Lalu saya sekarang ingin jadi apa?
Singkat saja, jadi Guru (titik)

Nulis aja

Ketika saya mengetik ini saya masih tidak tahu apa yang akan saya tulis, di pikiran saya sama sekali tidak ada inspirasi apapun tapi saya masih saja mengetik dan terus mengetik.
Dan saya akan terus mengetik hingga tulisan ini berbentuk suatu paragraf yang isinya bisa ngalur-ngidul tidak jelas arah pembicaraannya.
Saya rela menulis sebanyak apapun jika menulis membuat saya lega.
Saya rela menulis sepanjang apapun jika menulis membuat pikiran saya terasa lebih enteng.
Saya rela menulis setebal apapun jika menulis dapat mengusir segala gusar yang tidak bisa saya terka.
Dan saya akan terus menulis hingga jemari-jemari saya menghendaki untuk berhenti

Sebelum senja menutup pintunya
Sebelum waktu meminta untuk beranjak
Ini bukan karena apa, tapi karena mengapa.

Tidak Hari Ini

Besok...

Aku akan menjadi perempuan bijak
Yang mampu memilah segala urusan dengan bijak
Segalanya kuatur sebijak mungkin
Juga lebih sabar menghadapi ejekan orang lain 
Akan kubiarkan pundakku sebagai sandaran siapapun yang sedang dirundung masalah
Aku akan menjadi pendengar yang baik yang tidak banyak bicara

Aku akan pandai memasak
Aku akan belajar kepada ibu supaya makananku tidak lagi keasinan
Sehingga aku tak perlu lagi menelan mie instan tiap hari
Jadi aku akan menjadi ratu dapur yang selalu ku impikan

Aku akan mengatur pola makanku
Agar maagku tidak lagi kambuh
Jadi aku tidak perlu lagi memegang erat perutku sambil mengigit bibir bawahku
Aku juga tidak lagi hujan-hujanan, sungguh pilek itu tidak enak

Lalu, aku akan berusaha menyisihkan waktu untuk mimpiku
Karena aku yakin tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha
Kemudian aku akan selalu berbuat baik kepada siapapun, tanpa pamrih
Membantu Pak Bon mendorong tong sampai hingga ke ujung lapangan

Besok, nantinya akan muncul keyakinan bahwa hidup terlalu singkat untuk kita sia-siakan
Pada akhirnya aku akan memiliki keberanian dan percaya pada diriku sendiri, meskipun tak ada orang lain yang percaya padaku
Membuat mimpiku menjadi lebih nyata

Tapi tidak hari ini

Hari ini berlusin-lusin perkara bertengger di otakku
Sehingga aku belum bijak memilah mana yang harus kuselesaikan terlebih dahulu
Hari ini aku masih saja belum pandai memasak
Jadi aku masih harus menelan mie instan yang jelas tidak baik bagi kesehatan
Di sekolah aku masih saja uring-uringan gara-gara kuisioner yang tak kunjung mereka kerjakan, masih saja mengantuk saat pelajaran, PIB masih sering absen
Hari ini masih lambungku sakit lagi saat latihan teater, lalu sepulangnya aku diguyur hujan
Memang aku terlalu ceroboh dalam banyak hal
Dan hari ini aku masih saja gadis bodoh yang sangat malas, yang masih ragu melangkahkan kaki, masih takut menghadapi dunia

Tapi besok

Aku benar-benar akan berubah
Melakukan hal yang seharusnya aku lakukan, aku tak akan gentar
Besok aku akan menyediakan waktu untuk semua urusan
Karena jauh dalam hatiku, aku mengerti bahwa apapun yang tidak segera kuperbuat takkan pernah terjadi
Karena besok tidak pernah tiba

Tapi tidak untuk hari ini 

Tretes tak berawan,
1 Februari 2014

Gerimis


Untuk sekian waktunya, aku mengeja gerimis. Kutarik segala angin, pada lembar kabut


Entah apa maksudnya, gerimis selalu saja menghantarkan pada narasi. Sebuah definisi sederhana tentang sisi putih kehidupan.


Dalam rangkaian gerimis kutemukan bercak-bercak kenangan, baik tentang persahabatan, persaudaraan, kasih sayang, bahkan cinta. Untuk siapapun itu.


Aroma tanah, aroma basah, disuguhkan dalam menu penghirupan. Kilauan daun, tetesan embun, pun disuguhkan dalam menu pengelihatan. Balutan angin, runtuhan air, jua disuguhkan dalam menu perabaan.

Keep calm and enjoy the rain!! 

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku
 

Agen Dandelion | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates