"Kenapa"
"Patah hati mbak cantik :')"
"Dia yang mematahkannya, atau kamu yang membuatnya patah dengan sendirinya?"
"Dia yang mematahkan, tanpa dia sadari"
"Berarti bukan salah dia kan, dia kan ngga sadar sama yang dia lakukan"
"Iya, sakit ya"
Kamu terlalu sibuk sama sakitmu, jangan terlalu kamu rawat, bahaya kalau menjalar ke seluruh tubuh.
Aku buka klinik namanya klinik kratak, kalau kamu mau dateng aja. Letaknya di cahaya matahari terbit, cari tempat yang warnanya paling merah tembaga. Kalau kamu bingung kesana naik apa, telfon aku, nanti aku kirim cacing alaska atau elangnya indositit buat jemput kamu. Kamu juga bisa naik layang-layang tapi hati-hati jaga keseimbangan, soalnya senarnya lumayan rapuh kebanyakan digerus angin. Klinik ini bekerja sukarela tanpa dipungut biaya, kecuali kalau kamu mau ngasih mereka gulali atau permen kapas mereka mau nerima tapi jangan banyak-banyak soalnya kalau terlalu banyak makan sesuatu yang manis imbasnya bakal nangis
Tampilkan postingan dengan label Sederhana Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sederhana Karyaku. Tampilkan semua postingan
Melintasi Atmosfer (Eits, pake imajinasi ya)
Secara tiba-tiba saja kubuat kamarku menjadi
lebih gelap dan semakin gelap. Kemudian lenyap.
Kupasang radar dan kuhantarkan signal.
Yes! Berhasil. Gemuruh datang lalu ketukan pintu dihalau saja. Semua terasa bergerak,bergoyang, berputar,
berputar, dan berputar. Hingga akhirnya… kubuka mata dan kulihat
sebuah lampu bohlam terdiam di tanganku.
Ini pertanda, aku bukan lagi di dunia
nyata, ini di dunia imajinasiku. Kulihat jam pukul 15.00, aku bergerak ke
jendela kamar lalu kubukanya, dan yes! langit gelap, artinya disini sudah
malam! Kembali ke ranjang, kupasang radar
kedua. Bohlam menyala-nyala. Seetttt! Kubuka mata dan kini aku punya sayap
walau tak seberapa besar. Aku siap berpetualang.
Aku terbang melesat menembus udara
menuju langit atas.. Ada rasa takut, kulempar saja jauh-jauh.
10 km kulewati, berarti aku setara dengan
Everest, gunung tertinggi dalam sejarah. Dunia dibawahku benar-benar menjadi
lebih kerdil haha. Semakin naik ke atas,
suhu semakin turun. Setiap kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat. Sadar,
aku di Troposfer. Yuhuuuu aku lambaikan
tangan ke bawah lalu berteriak girang “Aku baru sampai di Troposfer, kalian
jangan kangen aku ya!!!!” Berbalik dan melanjut.
Sampai pada 15 km aku masih belum
lelah. Angin bertiup lumayan kencang. Aku duduk sejenak diatas awan Cirrus,
melihat ke atas, ternyata perjalananku masih sangat jauh. Bergegas beranjak
menuju stratopause, lembar yang memisahkan stratosfer yang sedang aku
diami ini dengan lembar sesudahnya. Saat aku beranjak aku melihat sebuah benda
terbang corak warna-warni, nah aku amati dari jauh. Gerakannya cenderung stabil.
Balon cuaca! Yapss akhirnya aku ingat namanya!! Ah, tidak membuang waktu,
lanjut terbaaaang.
Mesosfer, kini aku berada disini. Aku
bertemu dengan penangkap meteor, dia duduk pada awan noctilucent. Dia
bertubuh besar, berkulit gelap, kepala botak, dan berotot. Wowwh emejing! Jadi
karena aku penasaran, aku hampiri dia lalu berkata “Hai ganteng, main yuk”.
Haha kalian percaya aku berkata seperti itu? Yang benar saja! Tidak mungkin
lah. Sejujurnya aku tidak mengucapkan apapun, ya mungkin aku takut, dia terlalu
macho, terlalu lakik ! Dia menoleh ke arahku dengan sorot tajam, sekejap
membalikkan badan dan membentangkan kedua tangannya. Happp!! Sebuat meteor
terperangkap padanya dan blaaarrr, meteor itu hancur. Jelas aku tercengang.
Sebuah kesimpulan baru, dia bukan penangkap meteor tapi penghancur meteor.
Setelah puas bengong, aku tundukkan kepala lalu pergi ke jenjang berikutnya
Pada lembar keempat, lembar yang sangaaaaaat
kusuka. Disini ada hijau, ungu, merah, jingga, biru, putih berbaur menjadi satu
saling menumpuk dan menciptakan orkestra warna dengan gradasi yang memukau.
Sempurna. Kuputarkan tubuhku lalu dengan sengaja aku menari dalam ketukan. Satu
dua tiga. Lompat, berlari, berputar, bergerak… menari.. dengan tempo dinamis
aku menari diiriingi suara gelombang radio, entah darimana asalnya, dari
imajinasi?
Andai saja aku kemari membawa teman, pasti lebih menyenangkan. Ah tapi toh kadangkala kita butuh waktu sendiri kan, dimana hanya ada kita, dan… zona imajinasi kita.
Merasa puas. Aku meninggalkan aurora itu, melesat keatas pada batas yang sering orang-orang namai Ionosfer. Kalian tau apa artinya? Tinggal satu langkah lagi! Ya satu langkah lagi aku sampai.
Andai saja aku kemari membawa teman, pasti lebih menyenangkan. Ah tapi toh kadangkala kita butuh waktu sendiri kan, dimana hanya ada kita, dan… zona imajinasi kita.
Merasa puas. Aku meninggalkan aurora itu, melesat keatas pada batas yang sering orang-orang namai Ionosfer. Kalian tau apa artinya? Tinggal satu langkah lagi! Ya satu langkah lagi aku sampai.
10.000 km!!! Aku sampai disini.
Eksosfer!
Rasi bintang, aku sampai padamu. 88
rasi bintang kujumpai dengan jarak sebatas lengan. Rasi Sang Pemburu, yang terangnya
terlihat pada equator langit dan terlihat diseluruh jagad. Orion. Aku melompat pada bintang-bintang diantaranya,
hingga aku merajut rasi diantara Sagittarius, Ophiuchus, Li bra, dan Lupus,
terbentuk Scorpio. Belum puas aku kembali
menjelajah angkasa, itu adalah Gemini yang
berarti “kembar”. Rasi ini adalah bagian dari langit musim
dingin, berada antara Taurus dan Cancer.
Kulihat Cancer berukuran kecil dan redup, dan menurutku ini tidak menyerupai
kepiting. Tapi sebuah nyamuk, ah sepertinya semua rasi disini berbentuk nyamuk.
Kemudian aku berkeliling lagi, lalu aku bertemu dengan Sirius, bintang yang
paling terang dintara yang paling terang. Lebih terang dari Canopus atau Vega.
Aku bersinggah didekatnya, dia benar-benar terang, seharusnya aku membawa
kacamata kuda warna hitam agar aku tidak memercingkan mata. Di sebelah kanan
aku temukan Arcturus, bintang paling tua yang bertengger di langit, dia juga
tidak kalah indah. Semuanya indah, semuanya nampak sempurna. Aku hirup udara
dalam-dalam. Aku berada di Milky Way. Aku merasa benar-benar hidup disini,
melihat secara langsung bagaimana alam ini memperlihatkan pesona kenampakan
yang tak bisa dituliskan. Kali ini aku merasakan kebebasan yang benar-benar
bebas. Haaaaaaaaaaaaa!! Teriak sekeras-kerasnya, menangis, tertawa, bergerak
lepas tanpa takut seseorang tahu kebdohan kita!
Puas bercinta dengan bintang, sekarang
menuju planet. Mars, planet yang ingin aku kunjungi pertama. Disana aku
disambut oleh Phobos
dan Deimos.
Ciri-ciri mereka, berbadan tinggi, sedikit kurus, mereka sama-sama baik, dengan
senang hati mempersilahkan aku memasuki Planet Merah ini. Sebenarnya aku
berharap bertemu dengan alien, wuhuuu, soalnya aku penasaran gimana wajah
mereka tapi sayangnya aku belum beruntung, aliennya lagi cuti, mungkin mereka
capek jadi bahan gosipan makhluk bumi tentang ufo mereka yang bias nyasar ke
bumi. Hmm langsung aku pergi ke Jupiter, planet terbesar.
Aku terbang menuju Jupiter. Saat aku
terbang, tiba-tiba sayapku mulai memudar dan hilang dalam hitungan detik. Aku
terjatuuh dari ketinggihan 10.000 km, turun cepat melewati termosfer, Mesosfer, Stratosfer, dan Troposfer.
Aku pejamkan mata, saat kubuka aku sudah berada di ranjang kamarku. Aku
tercengang, kemudian aku berlari ke jendela, hari sudah pagi, matahari sudah
memercikkan merahnya dari titik horizontal. Ah semua ternyata hanya mimpi.
Kulipat selimutku dan sebuah bohlam terselip diantaranya. Aku tersenyum, segera
kupasang radar dan kukirim signal lagi. Namun tidak terjadi apa-apa. Kucoba
lagi, namun tetap tidak ada hasil. Ya, mungkin aku harus mengumpulkan kekuatan
imajinasi gilaku lagi.
Suatu saat aku akan melintasi atmosfer
untuk kedua kalinya, tenang saja kalian akan kuajak ikut. Tapi ingat! IMAJINASIIII
Memasung Dendam
Mematung
Sendiri ku tertegun
Waktu terbilang, satu per satu detik bergulir, kemudian memudar beralih
Keheningan memanjang..
Apa lagi yang kamu inginkan?
Melihatku mati tercekik,
membusuk, sejurus jadi bangkai?
Kedendaman terus memanjang..
Sementara waktu berjalan, tak mau dan tak sudi menunggu, sakit tak pudar beralih
Sendiri ku tertegun
Memasung
Sendiri ku tertegun
Waktu terbilang, satu per satu detik bergulir, kemudian memudar beralih
Keheningan memanjang..
Apa lagi yang kamu inginkan?
Melihatku mati tercekik,
membusuk, sejurus jadi bangkai?
Kedendaman terus memanjang..
Sementara waktu berjalan, tak mau dan tak sudi menunggu, sakit tak pudar beralih
Sendiri ku tertegun
Memasung
Tretes dibawah rintik hujan
30 Januari 2014
Ai wa tokidoki itaidesu
Ai
wa tokidoki itaidesu
*terinspirasi
dari Tatag, Juple, Pijun, Tince, Mirandul
Cinta adalah tiupan seruling penggungah jiwa (Jalaludin
Rumi)
Cinta adalah sayap-sayap kehidupan
(Khalil Gibran)
Cinta adalah tatapan mesra Sang
Pemilik Waktu (Rabiah Al-Adawiyah)
Bagiku
cinta adalah misteri, juga sebuah kekuatan yang paling dahsyat, barangkali
lebih dari sekadar luapan emosi yang tinggi. Datang sekejap melalui rasa yang
menghujam dalam jiwa. Cinta juga agen pengubah, mengubah yang jelek menjadi
baik, yang pemberani menjadi gugup, yang kasar menjadi lembut, yang keras
menjadi lunak, segalanya terlihat indah dan sempurna. Tapi hukum alam selalu
mempunyai dua sisi berlawanan. Ada awal pasti ada akhir, ada hitam ada putih,
ada hujan ada kemarau, dan ada baik ada buruk. Dan disini kita akan membahas
sisi yang dianggap “buruk” dari cinta.
Coba
kita tengok mereka yang sedang merindu. Siapa yang bisa menghianati rindu?
Seperti kerinduan daun pada hujan. Ia tahu hujan pasti akan turun, namun Ia
harus menunggu kemarau untuk pergi dan tidak menutup kemungkinan saat hujan itu
datang, daun sudah kering dan jatuh berurai lalu dihantam angin, tak sempat
bertemu hujan walau hanya mengatakan “aku merindukanmu”. Sama seperti orang
yang mencinta, demi kerinduannya ia tegar menunggu seberapa lamanya walau tahu
saat bertemu nanti konsep Allah dapat tak sejalan dengan konsepnya. Dan
nasibnya akan sama seperti daun yang rindunya tak menemui titik terang. Adalagi
kisah tentang sepasang hati yang saling mendamba dihadapkan benteng pemisah
yang menjulang hingga tak terlihat dimana puncaknya atau dipisahkan jurang yang
dasarnya terdapat api yang sekali menyentuh akan menghanguskan. Pada akhirnya,
rindu menjadi alasan mengapa jatuhnya air mata.
Admiring
someone, dimana kita hanya menjadi pengagum rahasianya, dimana kita hanya
dapat melihatnya sebatas punggung, karena ia tak pernah menengok apalagi
tersenyum menyambut hadirnya perasaan yang carut marut ini. Mungkin orang yang
kita kagumi malah mengagumi orang lain yang memang jauh lebih baik dari diri
kita. Atau yang lebih parah dia sering menceritakan kekagumannya kepada orang
lain kepada kita. Bagai gumpalan benang kusut sekusut-kusutnya yang membuat
dada kita semakin sesak hingga lahan oksigen semakin menyempit. Tapi bagaimana
lagi? Hati diberi kebebasan untuk memilih dan ia tak boleh disalahkan karena
kadang kita tidak tahu bagaimana cikal bakal perasaan yang menyiksa ini. Karena
cinta sendiri tak berumus yang angkanya dapat kita tentukan. Itulah keajaiban. Saya
kagum dengan secret admirer karena
suatu kehebatan dapat menyimpan dalam-dalam perasaanya dengan waktu yang begitu
lama, terbiasa dengan rasa sakit yang datang pergi silih berganti, Namun tetap
saja mengais harapan, menuai kesengsaraan.
William
Shakespeare dalam salah satu bukunya mengatakan “cinta seringkali disandingkan
dengan nafsu, padahal cinta dan nafsu tak akan pernah bersentuhan”. Nah saya
sangat setuju dengan pernyataan ini. Bagaimana bisa cinta disandingkan dengan
nafsu sementara mereka mempunyai hakikat yang berbeda? Cinta hakikatnya suci
sangat jauh berbeda dengan nafsu. Mereka bagai minyak dan air, walau
ditempatkan dalam satu wadah dalam waktu yang sangat lama tidak akan pernah
menyatu sampai kapanpun walaupun kita membolak-balikan, menjungkirkan, tetap
saja penyatuan itu mustahil. Lalu bagaimana dengan rasa cinta yang tulus
dibalas nafsu yang jahil? Air susu dibalas dengan air comberan. Saya yakin
rasanya pasti sakit. Hati kita seakan diremas dihancurkan berkeping, dituip
jauh, lalu dengan susah payah kita akan memungut kepingan itu dan mencoba
merajutnya kembali, pada akhirnya hati itu tak akan sesempurna dulu.
Mirandul
pernah berkata “hati ibarat tembok, jika kita paku lalu kita cabut pakunya, lihat
ia tetap menyisakan lubang”. Ya, saat kita menyakiti seseorang lalu kita
meminta maaf tetap saja ia masih menyisahkan ‘bekas’
Ya,
itulah sedikit fakta dari sisi ‘buruk’ cinta yang sudah sering kita jumpai
karena memang sudah menjamur disana-sini. Bagai terperosok di lumpur hisap,
semakin merontah bergerak akan semakin terhisap, kita harus tenang memikirkan
cara agar dapat keluar darisana, memanggil pertolongan. Sama halnya, jika kita
semakin bersedih kita semakin terhisap oleh perasaan kacau balau, kita harus
menenangkan diri, mencari pertolongan lewat doa yang mahapanjang. Saya yakin
dengan happy ending, pasti semua
berakhir indah. Jika sekarang tidak indah, berarti cerita belum berakhir. Allah
selalu bijak mengarahkan kita termasuk masalah perasaan, Dia tak pernah salah,
hanya kita harus mencari jawabnya.
Ai
wa tokidoki itaidesu (terkadang cinta itu menyakitkan)
Label:
Agen Dandelion,
Buat,
Friendship,
Love,
Sederhana Karyaku
Lantun
Setiap jangka yang terlangkah adalah cerita yang kujaga, yang kurasa, terbasah oleh silogis kata, yang bagiku seperti terpasung dalam tanda pena dengan jarak dan koma
Sementara doa masih memejam, harap dia akan bermuara pada pucuk langit, pucuk semesta, dan bertemu dengan Sang Maha Segala, segala sukma, segala raga, kau merasakannya kan?
Kini aku berpijak pada awan jingga, kemarilah akan kuajak kau terbang menebus mega. Akan kuajarkan kau bagaimana membiaskan pelangi. Kau seorang pemimpi kan? Bagiku iya, pemimpi yang dengan nakal masuk dalam mimpi, mimpiku sendiri
Dan sejenak kita akan saling bicara dalam bisu, mendengar dalam tuli, dan bergerak dalam isyarat
Dan sekejap kita akan membodohkan diri, menertawakan sendiri dalam tawa yang menerka tanya, entah apa jawabnya
Sementara doa masih memejam, harap dia akan bermuara pada pucuk langit, pucuk semesta, dan bertemu dengan Sang Maha Segala, segala sukma, segala raga, kau merasakannya kan?
Kini aku berpijak pada awan jingga, kemarilah akan kuajak kau terbang menebus mega. Akan kuajarkan kau bagaimana membiaskan pelangi. Kau seorang pemimpi kan? Bagiku iya, pemimpi yang dengan nakal masuk dalam mimpi, mimpiku sendiri
Dan sejenak kita akan saling bicara dalam bisu, mendengar dalam tuli, dan bergerak dalam isyarat
Dan sekejap kita akan membodohkan diri, menertawakan sendiri dalam tawa yang menerka tanya, entah apa jawabnya
Label:
Agen Dandelion,
Buat,
Him,
Lebih Sederhana,
Love,
Sederhana Karyaku
Gerimis
Untuk sekian waktunya, aku mengeja gerimis. Kutarik segala angin, pada lembar kabut
Entah apa maksudnya, gerimis selalu saja menghantarkan pada narasi. Sebuah definisi sederhana tentang sisi putih kehidupan.
Dalam rangkaian gerimis kutemukan bercak-bercak kenangan, baik tentang persahabatan, persaudaraan, kasih sayang, bahkan cinta. Untuk siapapun itu.
Aroma tanah, aroma basah, disuguhkan dalam menu penghirupan. Kilauan daun, tetesan embun, pun disuguhkan dalam menu pengelihatan. Balutan angin, runtuhan air, jua disuguhkan dalam menu perabaan.
Keep calm and enjoy the rain!!
Lepas!
Hanya seberkas tulisan
Yang dengan sengaja kugores untukmu
Untukmu perempuan hebat
"Hafizah Sururul Nur Rakhamawati"
Halilintar menyambar bak akar serabut melukis langit
Wajah perempuan itu merah padam, kemarahannya tersekat di tenggorokannya sendiri, menerima kembali dengan pahit genjatan penghianatan dari sang pujangga, entah sudah keberapa kalinya. Ia merenung sejenak, kembali memaksa otaknya menayangkan kenangan-kenangan masa silam. Tak begitu lama kemudian Ia mulai menangis bersamaan dengan rintik-rintik hujan yang dengan sombong mulai menguasai dataran lereng gunung itu. Dia sesenggukan, air matanya menggenangi pakaian yang Ia kenakan, bukan dalam waktu yang singkat. Namun akhirnya Ia terlelap dengan menimbun dalam-dalam pada rongga hatinya sebuah lebam sakit. Ia tertidur dengan bekas kemerahan pada pucuk hidung dan payung matanya.
Ia adalah sang penyimpan misteri, penyimpan kepedihan, penyimpan kerinduan diatas ketidakpastian, penunggu selesainya durasi disamping panggung pementasan.
Setelah diasuh oleh mimpi, ia kembali terjaga. Hujan telah berhenti, digantikan Sang Busur Warna-warni. Ia tersenyum, dengan mengepalkan tangan ia berkata lirih. "Biarkan semesta menjadi saksi aku berucap ini, telah kulepaskan segenap rasa untukmu, kuterbangkan jauh menuju dunia yang tak pernah bertemu, kuhapuskan dengan sigap seluruh tentangmu dan perih yang pernah menjadi kawanku. Detik ini, aku melupakanmu" Kemudian kembali ia menangis, namun tanpa hujan, yang ada hanya pelangi. Ia merasa bebas.
Label:
Agen Dandelion,
Buat,
Friendship,
Him,
Love,
Sederhana Karyaku
Bawang Merah ~
Bukankah dibutuhkan kesatuan dalam tali persahabatan
Yang menjelma ikatan, lalu rangkulan satu kebatinan
Lantas jika kesatuan itu perlahan renggang bahkan terpisah
Hanya karena tarikan dari jari-jari manis
Apakah persahabatan itu masih berbekas?
Sesungging senyum kuhadapkan kepada layar persegi panjang. Senyap. Yang ada hanya nada tekanan keyboard yang kulantunkan lambat. Sesekali kulihat sang penunjuk waktu, jarum pendek di angka enam, jarum panjang di angka sebelas, masih senja, matahari sudah terjatuh, kasihan.
Ohya perkenalkan, aku adalah bawang merah, perempuan antagonis yang dengan tangan-tanganku berkuasa merenggut dan menyalahkan tangis, meluapkan emosi dengan sorot tajam yang membanting setiap kesemangatan, sikapku menguras segalalnya termasuk cinta, yang lebih penting persahabatan.
Ya memang, lantas apa masalahnya? Bak halilintar membelah bumi, hanya dengan sedetik sorot mata saya bisa menggulingkan bahkan memporak-porandakan seseorang. Tapi maaf, hal itu sama sekali tidak saya sadari. Maaf beribu maaf wahai bawang putih yang menitihkan air mata yang air itu sendiri tidak bisa menembus dinding keharuan saya. Sama sekali. Sementara dibalik air mata terdapat air keras yang kau guyurkan berkali-kali bahkan dihadapanku sang bawang merah. Jangan mengelak. Ah saya memang terlihat jahat, atau mungkin anda yang mencoba menderita dihadapan mereka.
Saya meminum setiap anggapan dari deru ungkapan racun. Tapi nyantai saja, saya tidak gentar. Sebenarnya saya bisa memutar cerita fiksi ini, saya bisa menjadi lebih berpura-pura menderita dan berubah menjelma bawang putih, tapi sayangnya seorang seperti saya tidak akan melakukannya. Hal aneh. Teruslah.. teruslah seperti itu, kelelahan pasti mengikuti kita, teruslah.. dimana akhir naskah ini, teruslah.. menelan ludah tipuan kita, ya, teruslah.. teruslah
Percaya pada satu keyakinan
Dimana hitam akan terlihat hitam
Dan putih akan terlihat putih
Mari berteriak girang untuk kebenaran yang disingkirkan!
Salam kejahatan
- Titin as Bawang Merah -
Label:
Buat,
Fiksi,
Friendship,
Love,
Sederhana Karyaku
Bercerai dengan Angka-16
Assalamualaikum Wr. Wb
Hilang jam diganti hari
Hilang hari diganti bulan
Hilang bulan pun diganti tahun
Bulan perak-peranda dilingkari bintang nampaknya masih memberi
pengharapan
Hari ini 24 Oktober 2013
Sampailah masanya aku akan bercerai dengan umurku yang ke-16
Angin saling bertukar, menggoyangkan daun terlelap dalamnya
Terkenangku kepada apa yang kutinggal dan tidak ada harapan
untuk kembali
Aku terbenam dalam bayangku sendiri
Sama sekali tidak kusesalkan
Tentang sebatang hiruk pikuknya hidup
Allah Ya Rabb
Di angkaku yang ke-17
Tidak banyak pinta yang kuharap dari Rahmat-Mu
Tolong, jangan ambil mereka yang kusayang dan menyayangku :)
Sungguh sangat lebih dari cukup.. Sungguhlah itu
24 Oktober 2013, Christine Ayu Nurchayanti
Oktober, bulan dimana berkah datang silih berganti
Di bulan ini jua, rekan sekaligus sahabat yang kuanggap
sebagai bagian dari keluarga bahkan tubuhku menjelma seorang bayi sekitar 17
atau 18 tahun lalu
21 Oktober 1996 : Fachriyah Oktaviani Rahayu. Seorang yang
biasa dianggap bunda oleh kami, dengan sifat dan sikap keibuan yang khas dengan
aksen cerewet yang selalu membuka tangan untuk siapapun yang ingin merasakan
pelukan dari tangannya yang lumayan berisi. Happy Birthday Gembulku sayang :*
({})
22 Oktober 1995 : Rizqi Rangga Diputra. The killer partner ever, the best leader in the world. Dibalik karakternya yang keras dan kadang menyeramkan, Ia menyimpan banyak sekali kelucuan yang tidak pernah terlintas dalam benak kami sebelumnya. Lahir dengan kecintaan terhadap dunia seni dan sastra. Dialah yang mengerti benar arti sebuah pengorbanan, perjuangan, dan kemenangan sejati. Happy Birthday Upin!
22 Oktober 1995 : Rizqi Rangga Diputra. The killer partner ever, the best leader in the world. Dibalik karakternya yang keras dan kadang menyeramkan, Ia menyimpan banyak sekali kelucuan yang tidak pernah terlintas dalam benak kami sebelumnya. Lahir dengan kecintaan terhadap dunia seni dan sastra. Dialah yang mengerti benar arti sebuah pengorbanan, perjuangan, dan kemenangan sejati. Happy Birthday Upin!
23 Oktober 1995 : Hafizah Sururul Nur Rakhmawati. Dia ada
perempuan hebat, tahu benar nilai sebuah pengharapan dalam penantian entah
dimana garis ujungnya. Jelas merasakan pahit yang pahitnya melebihi pahit
apapun, namun Ia masih bias tersenyum. Roman kesedihannya jelas, namun lebih
jelas senyum kegembiraannya. Happy Birthday Mbapis :***
Dan closingnya ada manusia aneh yang lahir yaitu saya
sendiri. Ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di masa awal jabatan
saya sebagai anaknya ayah dan ibu ke-17 ini, saya dipertemukan dengan mereka
yang tersayang :) Sulit dirasakan dan tambah sulit diutarakan dan sangat sulit
dituliskan, karena sebagus apapun saya menulisnya tidak akan bias mencerminkan
kebagusan yang sesungguhnya.
And finally, terimakasih kepada siapapun yang turut serta menyentuh dan menyelami hidup yang serba tidak pasti ini, yang tidak hendak lekang dalam memori saya, sampai kapanpun, sampai saya jadi nenek-nenek unyuk sekalipun. Terimakasih pula atas ucapan selamat dan doanya, semoga Rahmat dan Hidayah Allah SWT senantiasa mengiringi setiap pelayaran hidup kita semuanya :)
And finally, terimakasih kepada siapapun yang turut serta menyentuh dan menyelami hidup yang serba tidak pasti ini, yang tidak hendak lekang dalam memori saya, sampai kapanpun, sampai saya jadi nenek-nenek unyuk sekalipun. Terimakasih pula atas ucapan selamat dan doanya, semoga Rahmat dan Hidayah Allah SWT senantiasa mengiringi setiap pelayaran hidup kita semuanya :)
Terimakasih semuanyaaaa..
Allah SWT
Rasulullah SAW
Ibu – Ayah – Mas
Guru-guru
Keluarga Besar
Teater KITA
Boloh ( Ayuk – Sholeh – Tonyul – Bobi )
Twist dan semua sahabat-sahabat saya
Semua yang mengenal saya
Saya telah bercerai dengan angka 16 :D
![]() |
| Fandi :) |

![]() |
| rosa :) |
![]() |
| Bella :) |
![]() |
| Icha :) |
![]() |
| Juple :D |
![]() |
| Mbapis |
![]() |
| mbapiis |
![]() |
| Ibuk :) |
![]() |
| Tonyul :) |
![]() |
| Masang :) |
![]() |
| Juple |
And many more :)
Menunggu.. Fajar
Kali ini subuh mendekapku lebih lama. Indraku merasakan sentuhan lebih lembut dari kelembutan yang biasanya. Subhanallah :) Ragaku merasakan getaran semesta yang ditiupkan bersama desiran kecil angin yang sibuk membangunkan embun, sementara embun masih lelap pada pucuk-pucuk daun yang beku.
Sedangkan mata ini masih tertuju menengok ke atas, mengada setiap inci oksigen. Ya, ternyata langit berbaik hati masih sedikit menyisahkan serakan-serakan bintang yang bekerja semalaman. Sementara dari kejauhan horizon, aku menunggu fajar datang dengan sinar emasnya yang akan dipancarkan diantara lintang bujur panorama. Aku ingin melihat sinar pertamanya, pasti indah bukan? Jadi, aku menunggunya, menunggu dan terus menunggu. Ya, sekali lagi menunggu.
Kratak! ( Buat Juple )
Entah apa yang saya tulis.
Cerpen? Pantun? Puisi? Ah Whatever.
Yah seperti biasa ke-error-an
menderai jiwa saya yang surealis ini. Sebuah goresan aneh yang saya
persembahkan for my unyues littlesist (whaaat? Littlee).
Yaps, this scratach for you juple :) Hope you’ll smile or laugh after read this one, an
error text ever in my cute blog, enjoy :D
KRATAK
Kratak oh kratak
Sekratak jiwaku yang kian
mengkratak
Dengan sejuta kratak dan gugusan
terkratak
Kratakku yang menguak kekratakan
Tentang krataknya hatiku yang tak
tak
Terbang diambang kratak
Berlari bersama kepingan kratak
Berlari bersama kepingan kratak
Pergi direnggut krataknya kratak
Kratak berderai
Lebur berkratak
Kratakku semakin kratak
Saat dikratak desiran kratak
Hingga denyut kratak begitu krataknya
Kamu disana. Oh kratak
Rautmu. Oh kratak
Senyumu. Oh kratak
Tuturmu. Oh kratak
Tingkahmu. Oh kratak
Candamu. Oh kratak
Diammu. Oh kratak
Pehapemu. Oh Ke ra tak
Kratak? Puas? Kratak?
Kaukratakkan aku menuju kratak
Kaukratakan aku jatuh terkratak
Kaukratakkan aku menuju kratak
Kaukratakan aku jatuh terkratak
Kaukrtakan aku terlempar
terkratak
Mengkratakkan ketulusan
Miris. Ah kratak
Apalah arti kekratakan ini
Jika kratakku bukan kratakmu
Harap kratak kratak bersama kratak J
Harap kratak kratak bersama kratak J
Bye kratak. Kratak pengen move on
.
Makaseeeeh *kratak*
Label:
(bisa dibilang) puisi,
Buat,
Hehe,
Sederhana Karyaku
Langganan:
Postingan (Atom)




















