Ajang penambah 'teman' atau penambah 'dosa'?

Assalamualaikum Wr.Wb

Halo sobat tinss (kalo ada sih hehe)
Hari ketiga puasa masih tancap gas pool kaaan? hehe
Well di tengah2 siang bolong bulan penuh rahmat ini, Tins pengen berbagi nih, lewat tulisan di blog junior ini :)
Oke, judulnya udah terpampang nyata kan? Ajang penambah 'teman' atau penambah 'dosa'
Yaps, disini Tins pengen mengapresiasi "sosial media" yang digrodok kaum ababil alias abege labil. Yang paling menyetarkan yaitu facebook dan twitter.
Facebook dan Twitter dewasa ini malah disalahgunakan nih sob, miris banget kan? Apa buktinya? Mau bukti???!! Coba deh sekarang tengokin itu dua bersaudara. Apa yang pasti kita temukan? Jeng jeng jeeeng.

1. Foto yang pakek kain bekas atau baju adiknya yg dipakai, kekecilaaaan banget, nyapret pret pret, kayak lepet yang biasanya ada di kardus berkatnya tahlilan orang belakang rumah. Belum lagi rambut yang disemir merah kuning ijo. Udah kaya anak ayam alay yang dijual jamanku SD dulu. Sampe2 susah bedain mana rambut mana sapu ijuk.

Tengok ini dalil ya :)

“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syeitan akan memperhatikannya.” (HR. Bazzar & At- Tirmizi)

"Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (Surah Al-Ahzab, ayat 59)

2. Status-status yang memiriskan sekali, bedanya abg jaman dulu sama abg jaman sekarang. Kalau dulu kan kalau ada masalah, tahajud, meminta pertolongan dari Allah, ada masalah diselesaikan tidak diumbar-umbar ke orang lain :) Kalau sekarang? Beeeh. Doa aja udah berpindah ke fesbuk atau twitter, kalau menurutku sih sob, kayaknya kurang efisien deh, kan doa ditujukan ke Allah, lebih romantis kalau lewat sujud sholat, karena saat sujud, kita berada dalam posisi yang paling dekat dengan Allah :)) Adalagi yang lebih mengharu biru, mengumbar kegalauan di fb/twitter. Kasian banget yaa. cupcup. Tau ngga sih sob, secara tidak langsung itu sama aja mentransfer energi negatif kita ke si pembaca.

"Dunia maya bukan tempat pelarian dari masalah dunia nyata. Dunia maya tidak akan pernah menyelesaikan masalah--malah sebenarnya semu." - Kutipan Darwis Tere Liye

 Ini ada dalil :)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(QS. 3:139)

Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86)

3. Sindiran-sindiran yang menyayat hepar. Mulai dari sindiran terselubung sampai sindiran yang frontal. Duso lho yo dusooo. Apalagi sekarang ada akun twitter yang khusus buat nyidir. Kalo nyindir tulisannya PAKEK CAPSLOCK. KATANYA BIAR JELAS GITU -______- Terus bahasa pake Loe Gue Loe Gue. Ada aksen (maaf) C*k beserta saudara2nya kadang. Mau dalil lagi? Adaaa :)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11).

------------------------------------------
 Nah tak panjang tak lebar semoga dapat menjadi pembelajaran kita semua khususnya saya.
Sama sekali bukan berniat menggurui karena saya hanya ingin mengingatkan.

"hendaklah saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran" (Al-Asr 3)


Well, kita boleh menggunakan social media dalam bentuk apapun, cuman ada kalanya kita harus mengerti batasan2nya. Boleh upload gambar, update status, boleh kok boleh, Tins sendiri juga masih sering upload gambar atau update status, hehe. Tapi setidaknya jangan sampai apa yang kita lakukan disitu dapat merendahkan martabat kita sebagai muslim/muslimah apalagi sebagai seorang yang berpendidikan, kita harus bisa menempatkan segala sesuatu dengan tepat. Okidoki :D


Sekian

Wassalamualaikum Wr.Wb

Ramadhan, Welcome back :)

Assalamualaikum Wr.Wb :)

Ramadhan tiba

Ramadhan tiba
Ramadhan tiba
Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan


Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah



Ramadhan is coming  in few days from now. Yipeee \^^/
Welcome back my noble guest :)
Month of blessings
Month of graces
Month where heaven's doors are opening
Month where hell's doors are closing

Month where devils are be hancuffed
Month where contained night that better than a thousand months


قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang mubarak (diberkahi), Allah subhanahu wa ta'ala mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para seran dibelenggu. Juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikan Lailatul Qadr, maka ia orang yang terhalang dari kebaikan." (HR. Nasa'i dan Ahmad serta dinyatakan shahih oleh Albani)

I hope, this Ramadhan'll be better than previous. Aamiin
I don't know what I can write here -_- i'm not a good writer wkkwk :p
So
there's a nice poem for you all that I have gained from Muhajabah.com :)
Enjoy yah :))))

Ya Ramadan!
by Noor Syed

In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind

A blessed month is casting its shadow upon us
A night of this month is better than a thousand months
Bear with patience for the sake of Ar-Rahman
It's a continuous training to strengthen our Imaan.

Glory be to Allah who sent Ramadan as a mercy to mankind
Its a purification of our soul, our heart, and our mind
With the most sincere devotion and love we fast
To be cleansed and free from sins of the past

Glorified is He, who choseth this holy month,
To test our sabr and fill our hearts with warmth
Of his Divine Light, His blessings shall glow,
The Seer of the unseen, all He does know

Ya Allah! For thee, let my breath be more pleasant than musk
Ya Allah! For thee, let me be thankful when day turns to dusk
My thoughts and heart are purified, my eyes truly see'
This blessed month, the month of spiritual rhapsody!

Ya Allah! For thee, my life I shall live!
Ya Allah! For thee, my soul I shall give!
In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind,
Praise be to Allah, who sent Ramadan as a gift to mankind


 




My sweet memory - Telaga Rindu

Assalamualaikum

Nulis lagi nulis lagi
Pas pas lagi galau, pas pas lagi ada problem, pas banget dengerin lagu kebangsaan Teater "KITA" - Telaga Rindu -

I dont know why, whenever I heard this song, there's something flow from this eyes :"
I have tried to find the reason why, and now.... I'm understanding that isn't just a song. My piece of story is tucked there. Tucked there forever :)
You know? This song remember me about hapiness, sadness, sacrifice, love, dream, and rainbow :"

TELAGA RINDU
Ost. Perempuan Telaga Duka

Dalam telaga rinduku
Terukir kisah kasih kita
Penuh cinta dan cahaya
Hanya aku dan engkau
Berduaa

Kuingin slalu bersamamu
Walau langit kian gelap
Dalam rinai air mata
Sunggu ku cintaimu selamanya

Yang ku mau bersamamu
Bersama dalam indah dan gundah
Yang ku ingin dipelukmu
Bersama kita lewati senja
Berdua

Selamanyaaa

1. 2 . 3
Bismillahirrahmaanirahiim
Asyhdaduallaillahaillallah wa asyhaduannamuhamadarrasulullah

Teater KITA
For God
For Homeland
For Beloved People
For Choosed People
For Us

Succes Succes Succes!!!!!
Tol patoli tole top patolpi tol dodopi tol do tel mi


Terimakasih, Kita :"

Assalamualaikum Wr.Wb

Weits ketemu lagi deh, Alhamdulillah banget hari ini masih bisa bernafas, masih bisa bergerak, masih bisa melihat matahari, masih bisa melangkah, masih bisa berbagi di blog yang bisa dibilang masih baru ini.
Eh, ngga kerasa yah udah kelas 12 :) padahal baru kemaren ketemu kakak-kakak komdis yang super duper jahat luar biasa heh. Ngga kerasa juga udah 2 tahun proses sama my best second family :' Teater KITA.
KITA, kalian benar-benar luar biasa, aku sayang kalian, sayaaaang banget. Entah kalian percaya atau tidak, really love you guys.
Inget pas kelas 10, pertama kali masuk, jadi "Sumiati". Diklat super gila dengan kostum ala2 westlife, proses heboh mulai dari pentas maulid nabi (aku jadi elemen baik lho, yg ngilangin medhok susah amat :"), pensi (jadi bulan yg bedakannya udah kayak donat yg ada gulanya putih entah apa namanya), pensi sayonara (jadi sutradara lhoo, wkwkw astrada sih lebih tepatnya). Eh jadi kangen mbak2 mas2 senior deh, kangen our rainbow, Mbak Diah :"
Terus naik kelas 11 ketemu adek-adek super saraappp!! :'D. Kalo dulu didiklat, sekarang ngediklat lho, jadi penghuni di pos blocking ama bang ubet berpayungkan godhonge gedhang itu sesuatu sekali. Proses pertama main saksi mata, jadi Hakim, ngerusak banyak properti mulai yg murah sampek yang mahal, eh jadi kangen deh. Pertama kali ketemu Pak Ros, Mas Jinjo, Mas Peras, Mas Jemmy, Mas Pepeng jugaaaaa. huaaaaaa, boleh nangis ngga seh? ah jangan, tins kan tegar. Dilanjut fragmen, ketemu orang2 keren baru mas lupus sama mas rendi :) lalu ada event pensi, maulid nabi, hari sampah sedunia, Psp kabupaten, fest STKIP, sama Psp jatim. yeee, udah kelar deh event di kelas 11. Eits, tapi aku bukan berproses karena event kok, aku ingin bernafas tanpa event sekalipun, aku bersama kalian bukan karena event, tapi karena aku sayaaaang, sayaaaang banget

Dari sekilan banyak member of KITA, mungkin aku orang yang paling banyak buat kesalahan, paling ngga bisa dicontoh. Maaf rek maaf :( but disini bukan forum minta maaf. Mungkin ada dua alasan kenapa bisa begini. Yang pertama aku memang aktif, karena semakin pasif orang semakin meminimalisir kesalahan. Yang kedua karena aku memang bodoh, benar-benar bodoh. Blas ngga bener, blas blas o.
Tapi terimakasih buat kalian yang udah sabar ngemong aku yang keras kepala, makasih buat semua kritikan, saran, atau sejenisnya. Makasih karena udah buat aku sedikit berubah. Kesalahanku banyak, banyaaak banget. Aku pengen berubah rek, serius, bantu aku berubah, aku sayang sama kalian, aku bener2 sayang. sayaaaang banget. Tapi aku takut kalau ngomong secara langsung, aku takut nangis rek, seriusan :') jadi lewat kata2 aja yah. Entah kalian baca atau tidak, semoga kalian baca, semoga kalian memahami :)

Oke, jadi ini adalah puncak kepengurusanku, ngga ada lagi proposal, ngga ada lagi surat ijin, ngga ada lagi diomelin di ruang TU, ngga ada lagi ribet nyari kepsek atau wakasek, ngga ada lagi begadang sampek lebih dari jam 12 malam, itu yang bakal bikin aku kangen.

Sekali lagi makasih, buat bully an nya, makasih buat piala2nya, makasih buat prosesnya, makasih buat kritikannya, makasih yang udah maafin semua kesalahanku, makasih buat semua ilmunya, makasih buat semua pengalamannya, makasih sudah membuatku berubah, makasih buat semua cinta dan kasih sayangnya, makasih buat semua ceritanyaaa :")

AKU SAYANG KITA DIMANAPUN DAN KAPANPUN
AKU SAYANG KITA HARI INI, ESOK, DAN SELAMANYA

IF YOU NEED ME, I'LL BE THERE GUYS :*

Belum Saatnya Bro!

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Saya menulis entri ini setelah saya mengadakan sharing-sharing dengan cewek-cewek super hebat yang pernah saya temui. Awalnya sharing masalah keluarga, orangtua, sahabat, dll. Tapi merambat-merambat ke masalah yang benar-benar sangat intim yaitu masalah (maaf) seks. Saya sempat shock (jelas). Mendengarkan cerita bahwa mereka, orang-orang yang saya sayangi hampir menuju ke arah (maaf) hubungan seks. Ada beberapa pernyataan dari mereka yang pernah melakukannya. Bukan, bukan melakukan (maaf) hubungan seks. Tapi masih perjalanan menuju kesana. Contohnya saja ciuman di pipi, dahi, mulut, leher, dsb. Sampai ada acara merabah-rabah sesuatu yang sedikit menonjol (maaf).
Salah diantara mereka ada yang hobi ciuman bibir, padahal keduanya sama-sama punya pacar. Saat ditanya mengapa mau dan suka melakukan hal semacam itu? Dengan penuh keentengan dia menjawab “kita jelas sama-sama butuh, jadi kita melakukannya setiap saat jika ada waktu”.  Deg. Oke saya terdiam, benar-benar diam. “Butuh”? Butuh apa? Butuh ciuman? Apasih, apa maksudnya. Itu hanya sesaat bro, menjual keperawanannya dengan hal semacam itu? Itu hal bodoh yang saya temui.

Adalagi yang dengan tenangnya menyebarkan bahwa dia pernah dicuim saat tidur,katanya sih bibirnya kerasa basah gitu (kali aja tuh iler loe) emangnya dicium dimana? Di bibir. Di bibir broo. Gila masih SMA tuh anak. Kenapa diam aja? Diam saat dicium bahkan diam saat diraba. “Kapan lagi kita bisa melakukan hal semacam ini” itu jawabnya. Astaghfirullahaladzim. Kena adzab gawat lho

Fenomena ini bahkan juga terjadi diantara mreka yang tergabung dengan komunitas agama islam. Sekali lagi fenomena ciuman bibir, kalau ini temanya “Dua kepala dua kaki”. Bisa banyangin, ada dua orang duduk, tapi kaki yang terlihat hanya dua. Terus yang dua? Diamputasi kali -_- Bahkan nih sob, si doi terkenal alim banget, sholat lengkap ngaji fasih otak cerdas. Eh ralat, kata “otak cerdas” mohon dihilangi. Intelek kok main  cablak-cablak. Hihi

Terus terus apa lagi ya? Ohya satu lagi. Kalau ini nggak ngerti deh. Ampuun ssob. Ditanya “Pernah ngapain aja sama pacarmu”. Jawabnya “Ah, nggak ngapa2in kok, eh cuman nakal dikit seh, tapi nggak sampek kebablasan”. Astagaaa, ini gaswat syekaleee. Hampir bro hampir. Sepertinya kalimat “Nggak kebablasan” diganti “Belum kebablasan”.

Dan masih banyak lagi cerita-cerita semacam itu. Dan lebih banyak lagi yang belum saya ketahui di luar sana. Saya sebagai seorang muslim juga ingin mengingatkan bahwa hal-hal semacam itu jelas haram hukumnya. Jika ada kalimat “Kalau belum ngelakuin ‘itu’ berarti nggak gaul atau nggak normal” cuekin deh cuekin, daripada kebeblasan. Hukumnya ada lho sob yang melakukan hal semacam itu.

"Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Qs. 24:30)
  
dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Qs. 4:24)

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Qs. 24:2)

Jelas tuh dalil sob. Lantas, jika sudah terjadi, apa yang harus kita lakukan?

Dari Ibnu Mas’ud r.a. dikabarkan, sesungguhnya ada seorang lelaki mencium seorang perempuan [bukan istrinya, bukan muhrimnya]. Lalu dia datang kepada Nabi saw. dan diberitakannya hal itu kepada beliau. Kemudian diturunkan oleh Allah ayat yang maksudnya:
Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan sebentar dari malam hari. Sesungguhnya [pahala] kebaikan [seperti shalat] menghilangkan [dosa] keburukan [seperti ciuman itu].” (QS Hud [11]: 114) Lelaki itu bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah [fatwa] ini untuk saya saja?” Jawab Nabi saw., “[Fatwa ini berlaku] bagi semua umatku.” (Shahih Bukhari, hadits no. 298)

Allah Maha Pemaaf, jika kita benar-benar ingin bertaubat, percayalah Allah akan menerimanya.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri. (QS al-Baqarah [2]: 222).

WELL, sekian tulisan saya yang satu ini, Ketemu lagi ditulisan-tulisan selanjutnya. Salam ukhuwah.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Tins :)





Dandelion Kecil (Benih 1)

Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabaraokatuh
Terimakasih Alloh Swt yang membuat saya menulis cerpenyang bisa dibilang sangat minimalis ini. Sholawat dan salam tetap tercurahkankepada Rasulullah Saw

Berikut ini adalah perbaikan dari cerpen Dandelion Kecil yang pernah saya buat beberapa waktu yang lalu. Terimakasih untuk siapapun yang sudah membaca dan memberikan sarannya. Makasih mas wahyu yang sudah mengingatkan saya lewat komentarnya di cerpen dandelion 2 versi Juple sama mas rijal yang biasanya sebagai konsultan.

Selamat Membaca :)

DANDELION KECIL (BENIH 1)
Tins

          Sore itu angin berhembus sangat sejuk,membawaku menikmati keindahan padang ilalang yang terbentang sejauh mata memandang. Pemandangan ini yang sering aku nikmati ketika hari mulai petang dan langit mulai memerah. Sungguh pemandangan khatulistiwa yang menenangkan hati.Aku berbaring ditengah-tengah lautan putih kapas yang membuatku serasa berada diantara gumpalan awan, bertemu burung-burung yang bermigrasi, betapa indahnya.Hingga mataku tertuju pada sebuah bunga yang bersembunyi dibalik ilalang, bunga putih yang berukuran kecil. Bunga dandelion. Aku mengamati bunga itu diterbangkan oleh angin, dengan ikhlas biji-biji bunga itu mengikuti kemana arah mata angin tanpa tahu dimana Ia akan berlabuh, apakah di tanah subur? Ataukah di tanah yang gersang? Dandelon itu mengingatkanku pada sebuah cerita beberapa tahun yang lalu. Sebuah cerita sederhana yang menyadarkanku tentang arti keikhlasan,pengorbanan, dan impian.
Cerita ini dimulai pada sepertiga malam saat aku terbangun. Sebelum pagi menjemput, sebelum bulan separuh yang seolah terbingkai jendela kamarku lesap ke peraduannya. Seperti malam-malam sebelumnya aku berjalan menyusuri dinginnya lantai di Panti Asuhan . Dengan mata sayup-sayup aku melewati lorong menuju kamar mandi yang letaknya kurang lebih 8 meter dari kamar yang aku tempati. Seketika kakiku berhenti melangkah saat telingaku mendengar isak tangis dari sebuah kamar tidur. Aku mengenal suara itu, suara itu sudah tidak asing lagi bagiku.Kubuka pintu kamar itu perlahan, terlihat seorang gadis kecil duduk tersimpuh di atas sajadah mengenakan mukenah putih sedang menangis terseduh mengahdap baitullah.

            Itua dalah Tiara. Aku memanggilnya dengan lembut. Tapi tidak ada jawaban. Aku memanggilnya sekali lagi dan tetap tidak ada jawaban. Ketiga kalinya ku memanggil dan bertanya apa yang terjadi, gadis berlesung pipi itu menoleh ke arahku, matanyayang berkaca-kaca memandangku lekat. Sesaat aku terpaku melihatnya tetapi isakannya mampu menyadarkanku. Aku berlari dan memeluknya erat.

            “Buat apa Tiara hidup di dunia?Tidak ada yang sayang aku!” Bisik Tiara tertahan.

            “Apa yang kamu katakan?”

            “Impian, harapan, mimpi, semua itu bohong!”Nadanya tinggi.

            “Tiara, apa maksudmu? Apa yang terjadi?” Aku semakinbingung.

            “Mengapa? Mengapa semua terjadi?Mengapa? Aku.. aku..”

            Tiara tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, tenggorokannya tersekat. Isaknya semakin meluap. Semakin derasair matanya semakin erat pula aku memeluknya. Aku mencoba menggenggam tangannya yang sedingin es. Berusaha mengirimkan sedikit kehangatan yang menyelinap diantara jemari-jemariku.

            Tiara terdiam namun air matanya tetap mengalir dan terus mengalir. Baru pertama kali aku melihat sosok Tiara si gadis kecil yang  selalu ceria kini meluapkan kesedihan yang begitu mendalam. Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Tiara mencoba mengumpulkan energi dan merangkai kata.

           “Mbak,apa Tiara punya ibu? Lantas dimana ibu Tiara berada? Tiara ingin kejujuran mbak. Apa benar yang dikatakan orang-orang bahwa Tiara pernah dibuang? Apa itubenar?”

           Akuter diam. Jantungku berdegup kencang.

            “Mbak, kenapa diam? Jawab Mbak.Dimana ibu Tiara?”

           Kalimatnya telah membekukan hatiku. Gadis kecil itu telah mengatakan satu kata yang membuat keringat dingin mengguyur tubuhku. Satu kata yang artinya begitu dalam melebihi dalamnya samudera, yang begitu tinggi melebihi tingginya gunung. Ya, hanya satu kata yaitu “ibu”. Aku tidak tahu apa yang harus akukatakan dan apa pula yang harus aku lakukan. Aku terdiam mematung di depan seorang gadis kecil yang memandangku tajam, setajam pisau yang menancap pada apel merah.Tiara melanjutkan pekataannya.

           “Tiara memang tidak punya ibu. Tiara tidak pernah merasakan cara ibu mengobati lukaTiara saat jatuh dari sepeda. Tiara tidak pernah merasakan ibu mencium Tiarayang kata orang-orang ciumannya begitu hangat. Tiara tidak pernah mendengarkan ibu mendongeng “Cinderella” atau “Rapunzel” sebelum Tiara tidur. Tiarat idak pernah… tidak pernah..”

            “Tiara!”Aku memotong pembicaraan

            Aku merasakan mataku basah. Sesuatu mengalir di rongga dada, mendengar penyaksian seorang gadis kecil berumur 7 tahun yang selama hidupnya tidak pernah melihat malaikat bernama ibu. Hati merasa teriris tatkala mengingat pada suatu malam,Ia menggambar sosok ibu di atas lantai dan Ia tidur di atas gambar itu tanpa beralaskan apapun. Pernah pada malam lain Ia mengisi sepasang sarung tangan dengan kain dan memelukan ke badanya sendiri hanya sekedar ingin merasakan pelukan seorang ibu. Aku menghela nafas dalam-dalam. Sekali menyeka air mata.

            “Tiara, bukankah kau masih mempunyaiMas Wahyu. Mas Wahyu telah bekerja keras untuk membahagiakanmu.” Hiburku

            Degup jantungku yang keras mulai mereda.Ya,setidaknya Tiara masih sedikit beruntung daripada anak-anak lain dipanti asuhanini. Mas Wahyu adalah seorang yang selalu bekerja keras disaat yang lain bermalas-malasan, seorang yang tangguh saat yang lain menyerah, bahkan yang paling aku kagumi dia adalah seseorang yang masih mempunyai mimpi disaat yang lain berhenti.

            “Mas Wahyu bukan ibu”

            “Tapi Ia selalu berusaha menyenangkanmu, menenangkanmu, memberimu cinta dan kasih sayang, layaknya seorang ibu. Mas Wahyu jugalah yang mengajarkanmu cinta dan kasih sayang. Bukankah Mas Wahyu juga yang mengajarkanmu tentang impian.”

            Tiara kembali terdiam. Sesekali terdengar isakan darinya. Malam semakin malam. Bulan separuh masih bertenggek santai seolah terbingkai jendela, dengan semburat-semburat putih, seperti mengenakan mantel perak. Bintang masih berserakan, mengotori langit dengan kemerlapnya. Kabut semakin pekat dan dingin, sedingin hati Tiara.

            “Impian? Apa salah kalau Tiara yang yatim piatu ini punya impian. Tiara punya banyak mimpi dan harapan, tapi apa bisa diraih? Kata teman-temanku di sekolah, anak sepertiku tak pantas untuk bermimpi, yang harus  Tiara lakukan cuma meratapi nasib.” Suara patah-patah Tiara.

             “Impian dan harapan bukan hanya dimiliki oleh orang-orang yang tinggi, bukan hanya dimiliki orang-orang yang berpunya, bukan hanya dimiliki orang-orang yang berdasi, Tiara. Kita mempunyai hak akan hal itu”. Terdengar suara laki-laki muncul dibalik pintu.

            Aku terpaku melihat bayangan dibalik pintu itu. Kemudian setelah tersadar aku tersenyum. Itu adalah Mas Wahyu. Mas Wahyu tidak sengaja melewati kamar itu dan mendengarkanku menyebut namanya.Hal itu membuatnya ingin ikut larut dalam pembicaraan.

            Seperti biasanya, Mas Wahyu berpakaian sederhana. Malam itu Ia mengenakan kaos berwarna biru muda dan dalam balutan jaket tebal berwarna hitam yang hitamnya mulai kusam. Rambutnya yang basah sedikit acak-acakan. Senyumnya mengembang, tubuhnya tinggi besar dengan dada bidang. Ia membawa sebuah kantong plastik yang isinya sudah bisa kutebak.Pasti terang bulan rasa cokelat dengan sedikit taburan kacang yang digoreng setengah matang. Memang setelah menerima gaji, Mas Wahyu tak lupa membelikan makanan kesukaan Tiara. Pria berumur 21 tahun itu menghampiri kami. Saling berpelukan dengan Tiara dalam waktuyang cukup lama, melepaskan pelukan sebentar lalu saling memeluk lagi. MasWahyu meletakkan Tiara di atas pangkuannya. Dengan manjanya Tiara bersandar di bahu pria yang bekerja sebagai tukang bangunan 3 tahun silam itu.Beberapa waktu kami tediam, tanpa suara. Yang terdengar hanyalah desiran air kolam yang gemericik dengan riak-riak kecil yang letaknya tepat di bawah jendela dan suara detik jam dinding bergambar Disnep yang berada di sudut kamar. Kami hanya menatap satu sama lain. Sesekali aku melihat ke luar jendela. Melihat kunang-kunang menari berirama didekat pohon cemara yang tingginya sekitar 5meter.

            “Mas Wahyu jadi teringat akan sebuah kalimat yang dipopulerkan oleh Thomas Fuller “Kalau bukan karenaharapan-harapan, maka hati pun akan mati””. Mas Wahyu memecah kesunyian

                “Kata “mati”adalah representasi dari misteri, bukan?” Aku menimpali

                “Ya benar. “Mati” adalah representasi dari misteri. Manusia tidak tahu kapan ia akan menjadi bangkai dan kembali pada tanah. Tetapi karena ada kata “harapan” mereka tetap mencoba bertahan dalam sebuah misteri itu.”

             Aku mencoba mencerna kalimat yang diucapkan Mas Wahyu.Waktu terasa membeku, angin pun mati. Awan mendung menggumpal di atas langit.Ku mainkan jari-jari tanganku. Ruangan kembali senyap. Kini senyapnya lebihlama.

            “Jadilah pribadi yang tegar, Tiara”

            Pandanganku kembali ke arah MasWahyu. Tatapannya sangat tajam namun tidak menghilangkan karakternya yang penuh kelembutan. Sering aku melihat tatapan seperti itu, sebuah tatapan yang memberikan sebuah keyakinan dan kepercayaan. Mas Wahyu mencium kepala Tiaralalu menghirup nafas panjang. Mengulang hal yang sama sebanyak tiga kali.Hingga akhirnya meneruskan perkataanya.

            “Berusahalah tegar Tiara. Ikhlaslah menjalani hidup. Hidup adalah sebuah pengorbanan. Dengan pengorbanan akan telahirlah impian. Berjanjilah pada Mas Wahyu bahwa kelak seorang Tiara yang tiada pernah melihat sosok ibu mampu menjadi orang yang hebat dan sukses. Jika tidak mampu menjadi batu karang janganlah menjadi batu karang. Jika tidak mampu seharum mawar janganlah menjadi mawar. Jika tidak bisa sehangat mentari janganlah menjadi mentari. Cukuplah menjadi dandelion kecil. Ya, dandelion kecil” Mas Wahyu tersenyum kecil, wajahnya berbinar.

          Kami bertiga kembali terdiam.

          Langit masih belum bosan memerah. Aku masih terbaring ditengah-tengah lautan putih kapas yang membuatku serasa berada diantara gumpalan awan,bertemu burung-burung yang bermigrasi. Lama aku memikirkan apa yang dimaksudkan Mas Wahyu tentang “Dandelon kecil”. Tapi kini aku mengerti. Dandelion kecil terlihat sangat rapuh saat dipukul angin, tapi Ia masih berusaha tegar melawaan hempasan sang angin. Hidupnya sederhana, saat merekah maka ikhlaslah biji-biji bunganya terbang tinggi, jauh, melayang mengiringi langkah angin, Ia rela meninggalkan ibunya. Dandelion kecil sosok yang sangat kuat,memiliki keberanian hebat untuk mencari kehidupan baru di luar sana. Mampu terbang tinggi, menjelajah dunia luas sampai akhirnya mendarat di tempat baru dan tumbuh menjadi sukma yang baru. Dandelion kecil mengambil langkah yang beresiko dan pengorbanan demi pencapaian impian hidup yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.




♥♥♥♥♥♥♥- Sekian- ♥♥♥♥♥♥♥
                                                                                                                      Salam,
                                                                                                                      @nur_chayanti


Edisi kedua sudah dirampungkan oleh adek saya yang cantiknya tidak perlu dipertanyakan lagi karena memang jelas kebohongannya yaitu Aulia Azizah alias Juple, baca di
http://www.facebook.com/notes/zivanna-editia-agatha/dandelion-kecil-chapter-ii/10151404448237974
Buat juple, dandelion benih 3 katanya dibuat sama bella? tapi belum. Hehe. aku udah buat tapi prolognya sajjaaa..

Baiklah sekian dari saya
Salam dandelion :)   

Ini Saya

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Wr. Wb

Halo lohaaa.
Ini tulisan iseng2 ditulis pas bulan udah bertengger nyantai di langit, pas dengerin lagu BCL juga, hihi
Jam putih dengan aksen merah yang menggantung di atas televisi rumah menunjukkan pukul 20. 27. Hoaaamm, sepertinya udah saatnya bobok cantik, tapi males ah. Ini modem hari ini masa aktifnya udah terakhir  -_- hufet ya. But noprob noprob. Ah, prolognya geje bangets
Well guys, sebenernya ini tulisan harusnya udah nempel di blog ini sejak awal. Tapi hehe, berhubung saya terlalu kreatif sampai lupa. Oke, disini cuman pengen ngenalin diri kok, sederhana tapi luar biasa. Mungkin saya terlalu luar biasa. Luar biasa bodohnya. Bodoh? Jika saya menghujat diri seperti itu, sama halnya saya menghujat Allah. Semua lahir dengan kepintaran, betul? Manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempurna, diberkahi akal dan pikiran. Jadi, apakah saya bodoh? Silahkan readers yang menilai.
Oke well, nama saya Christine Ayu Nurchayanti, tinggal dan dibesarkan oleh super famili :) Mempunyai sejuta mimpi dan percaya akan mimpi2 tersebut, melangkah dan ingin terus melangkah, mendaki gunung lewati lembah kayak ninja hatori, hobinya koprol cantik kalo nggabisa koprol kece pun jadi, bangga akan gelar yang telah dipertahankan selama bertahun-tahun yaitu "Jomblo", walaupun banyak dari mereka yang ngebully akan gelar tersebut, saya tetap bangga. Trimakasih. Hmm apa lagi ya? Saya juga tidak tahu apakah saya dikelompokkan dalam gadis labil, mungkin iya mungkin tidak, ah tapi apa mungkin? Terus, oh ya saya paling anti dg yang namanya alay, apalagi alay di status fb atau di twitter mungkin, apalagi ada cowok yang ganti huruf "s" jadi "c". Kesannya sok imut meeen "kacian", "chayank". Iyuh plis boys, itu yeyeks sekali. Tapi sejujurnya tidak dipungkiri bahwa saya juga pernah alay seperti mereka, tapi tenang tenang tenang saya sudah tobat kok, tenang. Jadi readers tidak usah khawatir matanya jadi min atau katarak atau mungkin kebutaan permanen gara2 lihat tulisan alay yang saya pajang.
Blog ini masih baru, masih hangat. Saya tidak tahu ada yang pernah lihat atau tidak, karena saya benar2 tidak mempromosikan atau sejenisnya. Mungkin kalau awal2 gini emang kurang bermanfaat, tapi InsyaAllah saya usahakan untuk entri2 selanjutnya akan jauh lebih bermanfaat bagi kita, minimal untuk saya sendiri.
Tins Dandelion? Kenapa Tins Dandelion? Tins itu nama saya, nama pena mungkin. Mungkin. Dandelion? Tahu kan yang namanya dandelion? Bunga terindah di dunia. Melihat benihnya terbang diterpa angin, melayang.. melayang.. melayang.. hingga Ia hilang, pergi, jauh, dan mendarat menjadi jiwa baru.

Sepertinya saya terlalu banyak berkicau, baiklah disudahi dulu, untuk lebih lanjut silahkan buka fb saya Christine Ayu Nurchayanti atau twitter @nur_chayanti. Thanks. Love you guys :) :* ({})

Tins :)

Great Dandelion :)

Puisi - Elang Laut ( Asrul Sani )

Elang Laut

Ada elang laut terbang
Senja hari
Antara jingga dan merah
Surya hendak turun,
Pergi ke sarangnya.
Apakah iya tahu juga,
Bahwa panggilan cinta
Tiada ditahan kabut
Yang menguap dipagi hari?
Bunyinya menguak suram
Lambat – lambat
Mendekat, ke atas runyam
Karang putih,
Makin nyata
Sekali ini jamu dan keringat
Tiada akan punya daya
Tapi topan tiada mau
Dan menghembus ke alam luas.
Jatuh elang laut
Ke air biru, tenggelam
Dan tiada timbul lagi.
Rumahnya di gunung kelabu
Akan terus sunyi,
Satu – satu akan jatuh membangkai
Ke bumi, bayi – bayi kecil tiada
Bersuara.
( Tongak 1, 1987 )
Asrul Sani

Persembahan untuk "Perempuan Telaga Duka"

Tulisan lama sih, jamnnya Tins kelas 10 dan masih imut-imutnya gitu bueweheheh. Berisi tentang wajah-wajah dibalik perempuan tlaga duka, keluarga super hebat, Teater KITA SMAN 1 Pandaan :'). Hehe Tins kok jadi kangen ya sama mbak-mbak mas-mas yang super hebat, Tulisan ini saya persembahkan untuk kalian. Enjoy! :')



DIBALIK WAJAH-WAJAH “PEREMPUAN TELAGA DUKA (VERSI “KITA” SMANDA)”.
                Perempuan Telaga Duka.. Sebuah judul drama yang ceritanya benar-benar dramatis nan eksotis. Original naskah ini diunduh oleh Hafizah dari sebuah situs internet. Adaptasi dari cerpennya Kang Lian Kagura. Naskah ini diaransemen lagi oleh teater KITA smanda sehingga berbentuk sedemikian rupa dan dimainkan secara apik dan memukau oleh para pemainnya, ditambah lagi aransemen musiknya yang mampu membuat penonton terbawa alunan melodinya. Dilombakan saat Bulan Bahasa dan Sastra yang dilaksanakan di Universitas Negeri Malang tepat tanggal 27 Oktober 2011 kemarin.
********************************          
Dibalik pergelaran pentasnya, “Perempuan Telaga Duka” menyimpan berjuta bingkisan manis tak terlupa bagi KITA..  Mulai dari canda, tawa, letih, tangis, haru, semua melebur jadi satu membentuk untaian kisah yang terukir dengan indah di dalam gerai tabir yang masih tersusun rapi disetiap helai kenangannya..
********************************          
Aku masih ingat saat pertama kali Paijo mengatakan “Retno, aku mencintaimu” (dengan logat dan ekspresi datarnya yang mengoyak perut), belum lagi saat Retno mengatakan “Ngguyu o tala ngga..”, ditambah lagi dengan kekocakan Mbak.Ovie dan Mas.Fuad laksana Tom and Jerry.. Benar-benar menyisipkan kesan pertama yang demikian indahnya.
********************************
Okelah.. tanpa banyak bicara lagi mari yuuk kita telusuri wajah-wajah dibalik pergelaran “Perempuan Telaga Duka”..
Yang Pertama yaitu pelatih KITA tercinta.. Mari kita sambut inilah Mbaaaak.Dyah (teng teng teng).. Inilah sosok yang sangat berperan penting dalam pergelaran ini… Seseorang yang berhati mulia ini (dilarang GR ya mbak) telah menyumbangkan banyak sekali pembelajaran yang sangaaaattt berarti.. (Makasih yaa Mbk.Dyah). Walaupun kadangkala beliau marah, kesal, jengkel, de el el, tapi itulah bentuk cintanya kpd KITA.. beliaulah inspirasi KITA… beliaulah motivator KITA.. Sekali lagi makasih ya Mbk.Dyah atas semuanya…  I U Pull Mb.Dyah.. Engkaulah PELANGI yang menyinari KITA. J
********************************          
Selanjutnya.. mari yuk kita kupas para pemainnya..
Dilla            : Cewek berparas manis ini berperan sebagai pelaku utama “Retno”. Cewek yang dikabarkan terlibat cinlok dengan salah satu crew musik ini (ihiiirr.. mas penelope) telah menghibur penonton dengan penampilannya yang memukau (prok..prok..prok..). Selamat ya.. ^^

Eka             : Dialah penghuni Gg.5 Pecalukan, wajahnya yang ga kalah cute dari Justin Timberlake (gubrak) dan suaranya ga kalah aduhai dari Afgan (GEDUBRAK.. lebih parah dari gubrak) telah sukses memainkan perannya sebagai Widodo. Cowok rocker yang berpostur tubuh tegap ini punya sebuah kata kebangsaannya tersendiri… “MBELEDUS”.. Cowok inilah yang paling sering mengatakan kata penghinaan “BELUNG” (awaass kau…!! Dasar kebo).

Rangga     : Wajah datar.. (-.-) mau ketawa, nangis, marah, ekspresinya mah ga pernah berubah (permaken ae wajahmu iku ngga.. hoho). Kerapkali lawan mainnya (Retno) tertawa saat menatap wajahnya. Yups.. cowok yang berasal dari Gajarjo ini juga berperan sebagai pelaku utama “Paijo”, sekaligus menjabat sbg Pak Waketu… wehehe..

Mb.Amel : Wanita paling imut seantero jagad dan berpostur bak gitar spanyol ini ( glodak!!! ) berperan sebagai “Ponirah” alias ibu dari Paijo. Emang sih kalo dilihat2 wajahnya yang smakin tdk terarah benar2 mirip dengan mak2, jadi ga salah kalo berperan kayak gitu (peace mbak). Ia mampu mengguncangkan UM dengan goyangan mautnya.. digooyaangg maaanngg…. Hehe..

Mb.Cin     : Kalo yang ini nih.. calon penghuni Wangi (aamiin). Sosok yang berwajah menawan ini berperan sebagai “Aini” yaitu ibu dari Sumiati (itu akuu.. itu akkuu)..  Rasanya kuping pengen copot waktu dengar dia nyanyi dengan  lirik dan syair bernada ngawuurr..  “Hou Wuhowuho Wuyeee”.. Dia adalah mantan Ketua dari Teater KITA yang telah sukses mengerjakan tugasnya. Selamat ya mbaak..

Mb.Putri  : Kalo ini jangan ditanya lagi.. Cewek ini benar-benar telah mengerjakan perannya sebagai “Sulastri” dengan penuh penghayatan (sampek2 karakter mak2nya ga bisa keluar. Hiihii). Cewek ini juga terkenal dengan kecekatannya dalam mengerjakan properti. Tapi kalo udaah cereweett.. amppuunn dehhh.. (tuh kan mak2nya keluar).

Bang.Sue : Mbarsari kampung… haha.. Wajah dari makhluk ini begitu mistis dan suram sehingga memancarkan aura negative kpd org disekitarnya. Berperan sebagai tokoh yang alim nan bijaksana yaitu “Ustadz”. Orang paling gak bisa nahan ketawa waktu ngelihat dirinya memainkan peran. Tapi dua jempol kuberikan untukmu… J

Bang.Jey  : Jeng.. Jeng.. Inilah ketua KITA yag baru.. Makhluk penghuni Gg.Rambutan ini berperan sebagai “Bejo” alias Joe.. Makhluk ini memang mempunyai wajah yang sulit ditebak alias misterius. (wooowwwhh…!!!!)

Mb.Sofie : Gadis berkacamata yang sanggaaatt feminime ini (jalan pakek sepatu highhills gabisa kok diwarah feminime.. hehe) berperan sebaga “Suprinah”.. Ups.. “Supinah” kamsudnya.. Cewek karate ini telah menjadi lawan main atau partnerku selama satu bulan.. Makasih ya mbak sudah mau jadi partner dari cewek autis kayak aku..

Titin           : Cewek manis nan mempesona ini (numpang narsis ya mbak2, mas2, kawan2 semua) berperan sebagai “Sumiati” (panggil gue Mi..iiita). Adegan yang dimainkan bersama Bejo dan Supinah benar2 konyol dan menggelikan.. (sebenarnya aku juga tak kuasa lihat adeganku sendiri.. hehe). Desas-desusnya nih, karakter Sumiati masih nempel dalam diri cewek imut berumur 15 tahun ini. ( wadduu,, benar gak ya???).
********************************          
Crew musik juga perperan penting dalam pergelaran ini. Okelah Sodara2 sekalian.. Langsung aja ennyyook kita intip sapa saja tokoh dibalik crew musik.. yyuukk cap cuz..

Mas.Peb      : Alumni dari teater KITA ini merupakan sesosok makhluk yang ngepens beud sama ayahku, berasal dari negeri antabaranta yang bernama Wangi. Dia adalah pencipta lagu “Telaga Rindu”, lagu yang benar-benar keren abizzz dan digemari banyak orang ( termasuk aku ), lagu tsb telah digunakan untuk soundtrack “Perempuan Telaga Duka”. TOP banget buat Mas.Peb… \^.^/

Mas.Marya: Marya Debora Luisa Penelope Mocu Claudia Abraba Bella Sintia Cornelius Protectus Alfonso Equil Da Barbara Margaretha... Itulah nama lengkapnya.. (sepanjang gerbong kereta api ). Cowok yang bukan termasuk anggota asli dari teater KITA ini sedang dikabarkan menjalin hub dengan salah seorang pemain.. (Tupai + Tokek = ????). Ckckckck.

Mas.Faezal : Cowok yang kabarnya mirip sama Vidi Aldiano ini juga ketua dari JC. Dirinya itu sangat pinter dalam urusan gombal-menggombal. Cowok basket ini juga mempunyai suara yang bisa dibilang lumayan laaahhh…

Mb.Phie       : Mbak Phie.. Jangan pergiii… bertahanlah 6 bulan lagi…. Kumohon… plliisss… Wanita berwajah jepang2 jawa ini mempunyai kulit putih, mata sipit, dan pipi tembem. Paling sensitive kalo ada seseorang mencubit pipinya. hehe. #Maap ya mbak kalo aq pernah rewel buat masalah kostum.

Mb.Tyas       : Adalah seorang yang penuh kehangatan, punya pipi yang sensasional yang biasanya dibuat mainan oleh Hafiz (memang ada kepuasan tersendiri setelah mencubit pipinya). Sekaligus anggota teater yang paling ramah… ^^ eemmuuaahh..

Mas.Ubed   : NDESSSOOO..!! (jurus andalannya).. anak IA yang super pede ini juga sebenarnya bukan anggota asli teater.. berhubung si dianya mungkin ketagihan sama teater (ato mungkin krn ada si *anu*??? heheh) jadi sekarang ini Ia resmi mjd anggota teater.. Smoga ente kerasaan ya di teater… oke.. NDDEESSOO…!! Hahaha..

Mas.Ucup   : “Gak usah Plerak Plerek deeekkk” (masih inget kalimat itu???) . Iyaps.. Inilah mantan komdis (waduuhh attutt). Dengan sekali tamparan mampu menghempaskan seseorang hingga jarak 200 meter (maauut). Teriakannya bisa terdengar sampai jarak 25km.  Ngakunya anggota teater tapi di absen tak tercantum namanya… (kasiaaaann.. hohoho..).

Mas.Deni     : Gatau juga sosok bukan asli anggota teater ini kayak gimana.. kayak tertutp gimana gituu… Yang pasti dianya merupakan mantan anggota OSIS dan kabarnya pernah juga mjd komdis…  (walah dalah.. yang bener???). Juga pernah juara 1 Lomba Logo Perpustakaan SMANDA (ga traktiran t mas??)

Mb.Phier     : Wajahnya unyuk2.. tampang2 polos, tak berdosa, dan amat teraniaya.. Wanita erotis ini juga merupakan ketua Kharisma. Kalo lagi nyanyi.. wwwooowwh.. suaranya mendayu bak Siti Nur Halizah.

Hafiz                  : Cemmppplluuukkkkk… pipi dari sosok  ini begitu berisi.. Dia menjabat sebagai bendahara (Ayo reekkkk bayar kas…!!!). Cewek yang bakal meleleh kalo terkena sinar matahari ini punya gaya yang dinamis. Paling histeris kalo denger lagunya Geisha (Robby …Robbbyy ..ahhhh!!!).

Kartika          : Pisang keju.. Pisang keju.. 1500an… (walah walah ^.^) cewek lebeh nan dramatis ini merupakan penghuni Prigen. Gadis ini berwajah klasik2 kuno gimana gitu... Kegemarannya makan cimol melulu (ati2 dadi molor lho). Tmpangnya penuh dengan nestapa.. hehe… guyon kar…

Rani               : Seorang yang juga termasuk  eksotis ini mampu memporak-porandakan jagad raya dengan kelebehannya yang mungkin sudah diatas rata-rata org lebeh pada umumnya. Cewek ini memang benar2 overlebeh sekaligus overnarsis.

Ayu                : Merupakan penghuni dari TMC ( Tretes Mini City ).. mampu memancarkan aura2 ke-alay-an kpd orang disekitarnya. Juga seorang Lady Rose sejati.. meetttaaaaaaaalll…

Rossy            : Ga terlalu kenal siiih.. Tapi kayaknya siih org ya asyik2 wae.. Gadis berkaca mata ini memang tak selebeh anak teater pada umumnya (tapi ya gak tau lagi)..

Mb.Vallin     : Cewek fashionable ini tiba2 muncul (mak cllliiiiing).. Punya gaya yang up to date.. penggemar bintang korea..  #Makasih lho mbak buat rok nya…. 

********************************          
Itulah tadi keluarga kecil KITA yang mampu melukiskan warna senja yang diselipkan dikehidupan KITA..  Terimakasih semuanya atas pengalaman dan motivasi yang kalian torehkan..

Buat Mbak.Dyah I Love You Full..

Mas.Peb makasih ya…

Mbk.tyas, Mb.Phie, Mb.Sofie, Mb. Cin, Mas. Fuat, Mas.Faesal,  Mb.Valin, Mas Marya, Mas Deni, Mas ucup..  Akan KITA teruskan perjuangan kalian… ^^ KITA akan buktikan bahwa KITA itu memang ADA dan tak kan biarkan org lain 
 melecehkan KITA… KITA bisa.. KITA mampu.. KITA  sanggup..

Untuk kawan2 seperjuanganku tercinta.. Jaga komitmen kalian.. Buat orang lain terpesona dengan KITA.. Tunjukkan arti KITA kepada dunia… Semangatt…!!!
Teater  KITA bukan teater biasa..
KITA..
Kenangan
Indah
Tetap
Abadi

Tak peduli KITA menang atau kalah… Karna sebenarnya KITA sudah menjadi PEMENANG.. We are The Real Champion :)

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku
 

Agen Dandelion | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates