Tidak Hari Ini

Besok...

Aku akan menjadi perempuan bijak
Yang mampu memilah segala urusan dengan bijak
Segalanya kuatur sebijak mungkin
Juga lebih sabar menghadapi ejekan orang lain 
Akan kubiarkan pundakku sebagai sandaran siapapun yang sedang dirundung masalah
Aku akan menjadi pendengar yang baik yang tidak banyak bicara

Aku akan pandai memasak
Aku akan belajar kepada ibu supaya makananku tidak lagi keasinan
Sehingga aku tak perlu lagi menelan mie instan tiap hari
Jadi aku akan menjadi ratu dapur yang selalu ku impikan

Aku akan mengatur pola makanku
Agar maagku tidak lagi kambuh
Jadi aku tidak perlu lagi memegang erat perutku sambil mengigit bibir bawahku
Aku juga tidak lagi hujan-hujanan, sungguh pilek itu tidak enak

Lalu, aku akan berusaha menyisihkan waktu untuk mimpiku
Karena aku yakin tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha
Kemudian aku akan selalu berbuat baik kepada siapapun, tanpa pamrih
Membantu Pak Bon mendorong tong sampai hingga ke ujung lapangan

Besok, nantinya akan muncul keyakinan bahwa hidup terlalu singkat untuk kita sia-siakan
Pada akhirnya aku akan memiliki keberanian dan percaya pada diriku sendiri, meskipun tak ada orang lain yang percaya padaku
Membuat mimpiku menjadi lebih nyata

Tapi tidak hari ini

Hari ini berlusin-lusin perkara bertengger di otakku
Sehingga aku belum bijak memilah mana yang harus kuselesaikan terlebih dahulu
Hari ini aku masih saja belum pandai memasak
Jadi aku masih harus menelan mie instan yang jelas tidak baik bagi kesehatan
Di sekolah aku masih saja uring-uringan gara-gara kuisioner yang tak kunjung mereka kerjakan, masih saja mengantuk saat pelajaran, PIB masih sering absen
Hari ini masih lambungku sakit lagi saat latihan teater, lalu sepulangnya aku diguyur hujan
Memang aku terlalu ceroboh dalam banyak hal
Dan hari ini aku masih saja gadis bodoh yang sangat malas, yang masih ragu melangkahkan kaki, masih takut menghadapi dunia

Tapi besok

Aku benar-benar akan berubah
Melakukan hal yang seharusnya aku lakukan, aku tak akan gentar
Besok aku akan menyediakan waktu untuk semua urusan
Karena jauh dalam hatiku, aku mengerti bahwa apapun yang tidak segera kuperbuat takkan pernah terjadi
Karena besok tidak pernah tiba

Tapi tidak untuk hari ini 

Tretes tak berawan,
1 Februari 2014

Memasung Dendam

Mematung
Sendiri ku tertegun

Waktu terbilang, satu per satu detik bergulir, kemudian memudar beralih

Keheningan memanjang..

Apa lagi yang kamu inginkan?
Melihatku mati tercekik,
membusuk, sejurus jadi bangkai?

Kedendaman terus memanjang..

Sementara waktu berjalan, tak mau dan tak sudi menunggu, sakit tak pudar beralih

Sendiri ku tertegun
Memasung


Tretes dibawah rintik hujan
30 Januari 2014

Ai wa tokidoki itaidesu

Ai wa tokidoki itaidesu
*terinspirasi dari Tatag, Juple, Pijun, Tince, Mirandul

Cinta adalah  tiupan seruling penggungah jiwa (Jalaludin Rumi)
Cinta adalah sayap-sayap kehidupan (Khalil Gibran)
Cinta adalah tatapan mesra Sang Pemilik Waktu (Rabiah Al-Adawiyah)

Bagiku cinta adalah misteri, juga sebuah kekuatan yang paling dahsyat, barangkali lebih dari sekadar luapan emosi yang tinggi. Datang sekejap melalui rasa yang menghujam dalam jiwa. Cinta juga agen pengubah, mengubah yang jelek menjadi baik, yang pemberani menjadi gugup, yang kasar menjadi lembut, yang keras menjadi lunak, segalanya terlihat indah dan sempurna. Tapi hukum alam selalu mempunyai dua sisi berlawanan. Ada awal pasti ada akhir, ada hitam ada putih, ada hujan ada kemarau, dan ada baik ada buruk. Dan disini kita akan membahas sisi yang dianggap “buruk” dari cinta.

Coba kita tengok mereka yang sedang merindu. Siapa yang bisa menghianati rindu? Seperti kerinduan daun pada hujan. Ia tahu hujan pasti akan turun, namun Ia harus menunggu kemarau untuk pergi dan tidak menutup kemungkinan saat hujan itu datang, daun sudah kering dan jatuh berurai lalu dihantam angin, tak sempat bertemu hujan walau hanya mengatakan “aku merindukanmu”. Sama seperti orang yang mencinta, demi kerinduannya ia tegar menunggu seberapa lamanya walau tahu saat bertemu nanti konsep Allah dapat tak sejalan dengan konsepnya. Dan nasibnya akan sama seperti daun yang rindunya tak menemui titik terang. Adalagi kisah tentang sepasang hati yang saling mendamba dihadapkan benteng pemisah yang menjulang hingga tak terlihat dimana puncaknya atau dipisahkan jurang yang dasarnya terdapat api yang sekali menyentuh akan menghanguskan. Pada akhirnya, rindu menjadi alasan mengapa jatuhnya air mata.

 Admiring someone, dimana kita hanya menjadi pengagum rahasianya, dimana kita hanya dapat melihatnya sebatas punggung, karena ia tak pernah menengok apalagi tersenyum menyambut hadirnya perasaan yang carut marut ini. Mungkin orang yang kita kagumi malah mengagumi orang lain yang memang jauh lebih baik dari diri kita. Atau yang lebih parah dia sering menceritakan kekagumannya kepada orang lain kepada kita. Bagai gumpalan benang kusut sekusut-kusutnya yang membuat dada kita semakin sesak hingga lahan oksigen semakin menyempit. Tapi bagaimana lagi? Hati diberi kebebasan untuk memilih dan ia tak boleh disalahkan karena kadang kita tidak tahu bagaimana cikal bakal perasaan yang menyiksa ini. Karena cinta sendiri tak berumus yang angkanya dapat kita tentukan. Itulah keajaiban. Saya kagum dengan secret admirer karena suatu kehebatan dapat menyimpan dalam-dalam perasaanya dengan waktu yang begitu lama, terbiasa dengan rasa sakit yang datang pergi silih berganti, Namun tetap saja mengais harapan, menuai kesengsaraan.

William Shakespeare dalam salah satu bukunya mengatakan “cinta seringkali disandingkan dengan nafsu, padahal cinta dan nafsu tak akan pernah bersentuhan”. Nah saya sangat setuju dengan pernyataan ini. Bagaimana bisa cinta disandingkan dengan nafsu sementara mereka mempunyai hakikat yang berbeda? Cinta hakikatnya suci sangat jauh berbeda dengan nafsu. Mereka bagai minyak dan air, walau ditempatkan dalam satu wadah dalam waktu yang sangat lama tidak akan pernah menyatu sampai kapanpun walaupun kita membolak-balikan, menjungkirkan, tetap saja penyatuan itu mustahil. Lalu bagaimana dengan rasa cinta yang tulus dibalas nafsu yang jahil? Air susu dibalas dengan air comberan. Saya yakin rasanya pasti sakit. Hati kita seakan diremas dihancurkan berkeping, dituip jauh, lalu dengan susah payah kita akan memungut kepingan itu dan mencoba merajutnya kembali, pada akhirnya hati itu tak akan sesempurna dulu.
Mirandul pernah berkata “hati ibarat tembok, jika kita paku lalu kita cabut pakunya, lihat ia tetap menyisakan lubang”. Ya, saat kita menyakiti seseorang lalu kita meminta maaf tetap saja ia masih menyisahkan ‘bekas’

Ya, itulah sedikit fakta dari sisi ‘buruk’ cinta yang sudah sering kita jumpai karena memang sudah menjamur disana-sini. Bagai terperosok di lumpur hisap, semakin merontah bergerak akan semakin terhisap, kita harus tenang memikirkan cara agar dapat keluar darisana, memanggil pertolongan. Sama halnya, jika kita semakin bersedih kita semakin terhisap oleh perasaan kacau balau, kita harus menenangkan diri, mencari pertolongan lewat doa yang mahapanjang. Saya yakin dengan happy ending, pasti semua berakhir indah. Jika sekarang tidak indah, berarti cerita belum berakhir. Allah selalu bijak mengarahkan kita termasuk masalah perasaan, Dia tak pernah salah, hanya kita harus mencari jawabnya.

Ai wa tokidoki itaidesu (terkadang cinta itu menyakitkan)

♥?


Dia, lelaki yang memenjarakan bintang tepat di kedua matanya, indah bukan? Ya, lelaki yang hampir kuselipkan dalam setiap sujud, kupanjatkan dalam tadah, yang membuatku masih tegar bertahan dan sabar menanti. Aku mencintanya lebih dari sekadar karena paras dan tulisannya. Tapi aku mencintainya karena cinta itu sendiri. Namun seringkali cinta tak bisa terucap , aku mencintanya tanpa tahu bagaimana harus berkata. Dia... terlalu indah. Yang aku tahu hanyalah jarak yang dengan bijak mendewasakan dan waktu yang dengan sopan menyabarkan. Aku masih menantinya :)

Sembab

Malam kemarin langit terlihat sembab. Sempat ia menyapa doa yang hinggap dan terbang diantara pundinya. Lalu dengan lirih ia tiupkan udara disudut sajadah, disana ada air mata. Ada kesembaban lain. Kembali Ia mengiba.Memang ada yang salah dengan malam itu, oh mungkin bukan malam yang salah tapi perasaan’nya’ sendiri. Hei kau, jika dia tiada lagi merindumu, maka pahamilah jejaknya karena dia pernah menyapa dan menulis tentangmu.

Lantun

Setiap jangka yang terlangkah adalah cerita yang kujaga, yang kurasa, terbasah oleh silogis kata, yang bagiku seperti terpasung dalam tanda pena dengan jarak dan koma


Sementara doa masih memejam, harap dia akan bermuara pada pucuk langit, pucuk semesta, dan bertemu dengan Sang Maha Segala, segala sukma, segala raga, kau merasakannya kan?


Kini aku berpijak pada awan jingga, kemarilah akan kuajak kau terbang menebus mega. Akan kuajarkan kau bagaimana membiaskan pelangi. Kau seorang pemimpi kan? Bagiku iya, pemimpi yang dengan nakal masuk dalam mimpi, mimpiku sendiri


Dan sejenak kita akan saling bicara dalam bisu, mendengar dalam tuli, dan bergerak dalam isyarat
Dan sekejap kita akan membodohkan diri, menertawakan sendiri dalam tawa yang menerka tanya, entah apa jawabnya

Cerita

Karena dunia selalu punya kisah yang indah, akan kutulis setiap halaman kenyataan itu menjadi lampiran kehidupan dan memastikan aku dapat meyakinkan bahwa Tuhan terlalu sempurna untuk kita tentang

Ya

Dan kumengerti Tuhan telah memberi sandi
Lewat subuh yang silih melingkari
Kemudian satu per satu embun mulai mati
Dan izinkan aku berpangku lagi

Sekeping saja

KAU adalah jeda yang ingin kulanjutkan
Namun AKU adalah angka yang tak ingin kau hitung
Dan KITA adalah babak yang terpotong hujan

#2

Lebih baik 1 x 5 daripada 5 x 1

-Bpk. H. Ach. Zaenal Pribadi, M.Pd -

Gerimis


Untuk sekian waktunya, aku mengeja gerimis. Kutarik segala angin, pada lembar kabut


Entah apa maksudnya, gerimis selalu saja menghantarkan pada narasi. Sebuah definisi sederhana tentang sisi putih kehidupan.


Dalam rangkaian gerimis kutemukan bercak-bercak kenangan, baik tentang persahabatan, persaudaraan, kasih sayang, bahkan cinta. Untuk siapapun itu.


Aroma tanah, aroma basah, disuguhkan dalam menu penghirupan. Kilauan daun, tetesan embun, pun disuguhkan dalam menu pengelihatan. Balutan angin, runtuhan air, jua disuguhkan dalam menu perabaan.

Keep calm and enjoy the rain!! 

Lepas!

Hanya seberkas tulisan
Yang dengan sengaja kugores untukmu
Untukmu perempuan hebat
"Hafizah Sururul Nur Rakhamawati"
Halilintar menyambar bak akar serabut melukis langit
Wajah perempuan itu merah padam, kemarahannya tersekat di tenggorokannya sendiri, menerima  kembali dengan pahit genjatan penghianatan dari sang pujangga, entah sudah keberapa kalinya. Ia merenung sejenak, kembali memaksa otaknya menayangkan kenangan-kenangan masa silam. Tak begitu lama kemudian Ia mulai menangis bersamaan dengan rintik-rintik hujan yang dengan sombong mulai menguasai dataran lereng gunung itu. Dia sesenggukan, air matanya menggenangi pakaian yang Ia kenakan, bukan dalam waktu yang singkat. Namun akhirnya Ia terlelap dengan menimbun dalam-dalam pada rongga hatinya sebuah lebam sakit. Ia tertidur dengan bekas kemerahan pada pucuk hidung dan payung matanya.
Ia adalah sang penyimpan misteri, penyimpan kepedihan, penyimpan kerinduan diatas ketidakpastian, penunggu selesainya durasi disamping panggung pementasan.
Setelah diasuh oleh mimpi, ia kembali terjaga. Hujan telah berhenti, digantikan Sang Busur Warna-warni. Ia tersenyum, dengan mengepalkan tangan ia berkata lirih. "Biarkan semesta menjadi saksi aku berucap ini, telah kulepaskan segenap rasa untukmu, kuterbangkan jauh menuju dunia yang tak pernah bertemu, kuhapuskan dengan sigap seluruh tentangmu dan perih yang pernah menjadi kawanku. Detik ini, aku melupakanmu" Kemudian kembali ia menangis, namun tanpa hujan, yang ada hanya pelangi. Ia merasa bebas.

Bawang Merah ~

Bukankah dibutuhkan kesatuan dalam tali persahabatan
Yang menjelma ikatan, lalu rangkulan satu kebatinan
Lantas jika kesatuan itu perlahan renggang bahkan terpisah
Hanya karena tarikan dari jari-jari manis
Apakah persahabatan itu masih berbekas?

Sesungging senyum kuhadapkan kepada layar persegi panjang. Senyap. Yang ada hanya nada tekanan keyboard yang kulantunkan lambat. Sesekali kulihat sang penunjuk waktu, jarum pendek di angka enam, jarum panjang di angka sebelas, masih senja, matahari sudah terjatuh, kasihan.
Ohya perkenalkan, aku adalah bawang merah, perempuan antagonis yang dengan tangan-tanganku berkuasa merenggut dan menyalahkan tangis, meluapkan emosi dengan sorot tajam yang membanting setiap kesemangatan, sikapku menguras segalalnya termasuk cinta, yang lebih penting persahabatan.
Ya memang, lantas apa masalahnya? Bak halilintar membelah bumi, hanya dengan sedetik sorot mata saya bisa menggulingkan bahkan memporak-porandakan seseorang. Tapi maaf, hal itu sama sekali tidak saya sadari. Maaf beribu maaf wahai bawang putih yang menitihkan air mata yang air itu sendiri tidak bisa menembus dinding keharuan saya. Sama sekali. Sementara dibalik air mata terdapat air keras yang kau guyurkan berkali-kali bahkan dihadapanku sang bawang merah. Jangan mengelak. Ah saya memang terlihat jahat, atau mungkin anda yang mencoba menderita dihadapan mereka.
Saya meminum setiap anggapan dari deru ungkapan racun. Tapi nyantai saja, saya tidak gentar. Sebenarnya saya bisa memutar cerita fiksi ini, saya bisa menjadi lebih berpura-pura menderita dan berubah menjelma bawang putih, tapi sayangnya seorang seperti saya tidak akan melakukannya. Hal aneh. Teruslah.. teruslah seperti itu, kelelahan pasti mengikuti kita, teruslah.. dimana akhir naskah ini, teruslah.. menelan ludah tipuan kita, ya, teruslah.. teruslah

Percaya pada satu keyakinan
Dimana hitam akan terlihat hitam
Dan putih akan terlihat putih
Mari berteriak girang untuk kebenaran yang disingkirkan!
Salam kejahatan


- Titin as Bawang Merah -

Bercerai dengan Angka 16 #2

Assalamualaikum Wr. Wb

25 Oktober 2013
Ternyata masih ada serangkaian perayaan pernikahanku dengan umur 17 :D
Thanks Teater KITA, akting kalian horror haha saya tertipu, sial

Dikumpulkan dalam suatu forum dimana terjadi perselisihan yang tegang maksimal
Hei kalian semua berhasil membuat kami kesal tingkat kaisarrrrrrrr.

fjdlkakbkg;avbkrbkliagvetemreltsadyraeutrui
Tidak bisa saya tuliskan dengan kata-kata
Buat yang kelas 11 sebagai otak dari ini semua.
Mirandul, Juple, Bella, Gita (paling parah), Dhana, Ishom, dkk
Buat kelas 10 sebagai tangan dari ini semua, terutama Riska -_- Rini -_- sama Ndagel -_-
Kaliaan horrorrrrrrrr!!!!!!!!!!

And at last...
Sebuah roti berwarna pink dengan hiasan angsa putih dan beberapa lilin kecil kalian persembahkan untuk kami :) so nice guys

Dari juple, entah dimana letak kemiripan dengan saya -_-
Agen dandelion

Gembul Rangga Mbapis - Sayang kalian {}

Look!!!!!!

Bercerai dengan Angka-16


Assalamualaikum Wr. Wb

Hilang jam diganti hari
Hilang hari diganti bulan
Hilang bulan pun diganti tahun
Bulan perak-peranda dilingkari bintang nampaknya masih memberi pengharapan
Hari ini 24 Oktober 2013
Sampailah masanya aku akan bercerai dengan umurku yang ke-16
Angin saling bertukar, menggoyangkan daun terlelap dalamnya
Terkenangku kepada apa yang kutinggal dan tidak ada harapan untuk kembali
Aku terbenam dalam bayangku sendiri
Sama sekali tidak kusesalkan
Tentang sebatang hiruk pikuknya hidup
Allah Ya Rabb
Di angkaku yang ke-17
Tidak banyak pinta yang kuharap dari Rahmat-Mu
Tolong, jangan ambil mereka yang kusayang dan menyayangku :)
Sungguh sangat lebih dari cukup.. Sungguhlah itu
                                                                   24 Oktober 2013, Christine Ayu Nurchayanti

 ******

Oktober, bulan dimana berkah datang silih berganti
Di bulan ini jua, rekan sekaligus sahabat yang kuanggap sebagai bagian dari keluarga bahkan tubuhku menjelma seorang bayi sekitar 17 atau 18 tahun lalu
21 Oktober 1996 : Fachriyah Oktaviani Rahayu. Seorang yang biasa dianggap bunda oleh kami, dengan sifat dan sikap keibuan yang khas dengan aksen cerewet yang selalu membuka tangan untuk siapapun yang ingin merasakan pelukan dari tangannya yang lumayan berisi. Happy Birthday Gembulku sayang :* ({})

22 Oktober 1995 : Rizqi Rangga Diputra. The killer partner ever, the best leader in the world. Dibalik karakternya yang keras dan kadang menyeramkan, Ia menyimpan banyak sekali kelucuan yang tidak pernah terlintas dalam benak kami sebelumnya. Lahir dengan kecintaan terhadap dunia seni dan sastra. Dialah yang mengerti benar arti sebuah pengorbanan, perjuangan, dan kemenangan sejati. Happy Birthday Upin!
23 Oktober 1995 : Hafizah Sururul Nur Rakhmawati. Dia ada perempuan hebat, tahu benar nilai sebuah pengharapan dalam penantian entah dimana garis ujungnya. Jelas merasakan pahit yang pahitnya melebihi pahit apapun, namun Ia masih bias tersenyum. Roman kesedihannya jelas, namun lebih jelas senyum kegembiraannya. Happy Birthday Mbapis :***

Dan closingnya ada manusia aneh yang lahir yaitu saya sendiri. Ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di masa awal jabatan saya sebagai anaknya ayah dan ibu ke-17 ini, saya dipertemukan dengan mereka yang tersayang :) Sulit dirasakan dan tambah sulit diutarakan dan sangat sulit dituliskan, karena sebagus apapun saya menulisnya tidak akan bias mencerminkan kebagusan yang sesungguhnya.

And finally, terimakasih kepada siapapun yang turut serta menyentuh dan menyelami hidup yang serba tidak pasti ini, yang tidak hendak lekang dalam memori saya, sampai kapanpun, sampai saya jadi nenek-nenek unyuk sekalipun.  Terimakasih pula atas ucapan selamat dan doanya, semoga Rahmat dan Hidayah Allah SWT senantiasa mengiringi setiap pelayaran hidup kita semuanya :)

Terimakasih semuanyaaaa..
Allah SWT
Rasulullah SAW
Ibu – Ayah – Mas
Guru-guru
Keluarga Besar
Teater KITA
Boloh ( Ayuk – Sholeh – Tonyul – Bobi )
Twist dan semua sahabat-sahabat saya
Semua yang mengenal saya

Saya telah bercerai dengan angka 16 :D

Fandi :)



rosa :)
Bella :)
Icha :)
Juple :D

Mbapis
mbapiis
Ibuk :)
Tonyul :)
Masang :)
Juple

And many more :)

Sepercik Salam

Teruntuk yang terselip
- Petani Dandelion -

Pagi mulai berkelayun
Sinarnya lambat menyelip  antara rimbunan daun
Dia bercengkrama dengan udara pagi
Tanah masih basah, hirupku mampu merasakan aromanya, indaaaaaah banget :)
Hai petani dandelion?
Bagaimana kabarmu kini? Kau masih subur kan? Alhamdulillah, semoga berkah dan karunia mengiringi setiap langkah dalam setapakmu. Aku disini juga sehat Alhamdulillah, pondasiku masih kuat untuk bertahan, Semoga saja masih mampu bertahan walau diterpa badai maupun topan
Kali ini entah apa yang ingin kusampaikan untukmu. Untukmu yang mungkin samar akan hadirku. Untukmu yang mungkin nyata akan hadirku. Untukmu yang ditunggu agen yang lahir dari pulau khayalan entah. Aneh pikirku.
Kali ini jemariku mencoba lincah menggores mengikuti setiap petunjuk peta dengan nalar mata angin dari otakku. Dengan perantara pena dan seutas kertas putih aku tumpahkan setiap inci bahkan setiap mili objek dalam zona anganku. Aneh bukan?
Hmm.. Kali ini aku hanya ingin menyampaikan sepercik salam. Sekedar itu. Entah kau menerimanya atau tidak. Seandainya kau menerima apakah kau akan membalasnya? Mungkin tidak, tapi mungkin iya. Salamku yang senantiasa tumbuh mengalun dari getaran dalam tubuhku, juga yang berakar dari polaku. Aaahhh, entah apa yang ada dipikiranku saat ini. Mungkin pikirkanku sedang bersekongkol denganmu. Jahat
Kau tahu? Banyak sekali cerita yang ingin kubagikan kepadamu. Namun, entah kekuatan super apa yang mampu membungkam mulutku hingga nyaris terkuci begitu rapat, sehingga banyak ucapku tak sempat terucap. Semua seakan lenyap hingga aku lupa darimana dan bagaimana aku harus memulai cerita. Semua nampak konyol dimataku, konyol sekali. Haaaaaa. Kau memang hebat dalam hal semacam ini.
Oh iya, kemarin untuk kesekian kalinya aku meniup peri-peri mungil itu. Mereka terbang, melayang, berputar, sepertinya mereka nampak gembira, sama seperti apa yang kurasa. Awalnya aku berharap salah diantara mereka mampu berlabuh di telapakmu. Tapi sepertinya angin tak berpihak kepada tiupanku. Peri-peri itu mendarat tak jauh dari tempatku melepasnya hehe. Tapi lain kali aku akan mencobanya lagi Aku akan meniupnya lebih kencang hingga mampu menembus beribu kilometer. Fiuuuuh
Tuan Petani, mungkin sekedar ini yang dapat kusampaikan, hanya sepercik salam dariku, dariku yang menunggu waktu. InsyaAllah.
Doa dan harap agar keselamatan senantiasa menyelimuti hari-hari panjangmu.

Salam,

Stronger, Gita :)

Assalamualaikum Wr.Wb

Hello my beloved readers? good night. How're you? Fine? Ummh me too
In this great time, I would like to write someting special for my funniest sista. I write this one after read your posted in your own blog, nice Gita :)
 Love is moodbooster when it comes in the right moment, but it's moodbreaker when it makes us broken. Simple. Love is a sacred thing, love is a beautiful thing, but if brings happiness. Conversely, if it's inviting tenderness and tears, then it brings disappointment. And this is what happens to you, Gita :)
I know that you just has been lost something special in your life, I know it's love, right?
I know, actually you want him to keep stay, stay there (your heart). I know that you want to lock shutly so he could not get out of there. You were crying when you remembered him, you were hurt when you stalked him, and you were injured when you saw him with another. I could see from your eyes
Gita, do you believe in miracle? Miracle of 'waiting' or 'moving on'. Yes, you just have two choice, waiting or moving on. And surely your answer is still waiting. Why are you waiting? Why are you still waiting if thers're thousands boys out of there, maybe one of them is better than him. I think, you're too love him much, so damn much.
Gita, now you are secret admirer (again) oh maybe not a secret anymore haha. Umm.. you're a princess that faitfully waiting until your prince come with his horse (ketupplak ketuplak )
If waiting is your choice, let's
wipe your tears. Look ahead, believe that everything's gonna be alright. STRONGER YAH :) AND BECOME THE STRONGEST GILR EVER.
Hug and kiss full of love for Gita {}

Menunggu.. Fajar

Kali ini subuh mendekapku lebih lama. Indraku merasakan sentuhan lebih lembut dari kelembutan yang biasanya. Subhanallah :) Ragaku merasakan getaran semesta yang ditiupkan bersama desiran kecil angin yang sibuk membangunkan embun, sementara embun masih lelap pada pucuk-pucuk daun yang beku.
Sedangkan mata ini masih tertuju menengok ke atas, mengada setiap inci oksigen. Ya, ternyata langit berbaik hati masih sedikit menyisahkan serakan-serakan bintang yang bekerja semalaman. Sementara dari kejauhan horizon, aku menunggu fajar datang dengan sinar emasnya yang akan dipancarkan diantara lintang bujur panorama. Aku ingin melihat sinar pertamanya, pasti indah bukan? Jadi, aku menunggunya, menunggu dan terus menunggu. Ya, sekali lagi menunggu.

Hello! \m/

Hello my beloved blog and big fans (wkwk), long time no see, I really miss youuuuu.. and I'm sure that you miss me more. Hehe. I am so sorry because I was so busy. First, I had to done my jobs. Second, I had to prepared my show in my beloved family (Theatre KITA) and third did my killed homeworks. But now I am blogging yipeeee \^^/ . But, what can I write here? -_-" Maybe in the next post you'll find something. But in this nice opportunity, I would like to say thanks for everyone who reads my own blog :) Hope you can enjoy every posted. And finally I'm ready to rock and continue my travel in my small world (this blog). Yaps \m/

Christine Ayu
Lihat profil lengkapku
 

Agen Dandelion | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates